TERNATE,Malutexpress.com – Komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang modern, inovatif, dan berbasis ilmiah di Maluku Utara terus dipacu.

Sebagai rumah sakit rujukan terbesar di bumi Moloku Kie Raha, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie kembali mempererat kemitraan strategisnya dengan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Kolaborasi ini berfokus pada penguatan pendidikan kedokteran klinis, riset kolaboratif, serta pengembangan inovasi kesehatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Langkah besar ini dimatangkan dalam pertemuan penting antara manajemen RSUD dan pimpinan Unkhair di Ruang Rektor, Lantai III Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Kota Ternate, Jumat (19/6/2026).

Komitmen Benahi Fasilitas Belajar Mahasiswa Klinik

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, menegaskan bahwa sinergi antara rumah sakit dan perguruan tinggi adalah fondasi utama.

Bukan hanya untuk mencetak tenaga medis profesional, tetapi juga untuk melahirkan solusi konkret atas tantangan kesehatan di Maluku Utara.

Sebagai bentuk keseriusan, dr. Rosita mengungkapkan, pihak rumah sakit saat ini tengah melakukan pembenahan besar-besaran pada fasilitas pembelajaran mahasiswa.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Unkhair selama ini. Saat ini, kami sedang membenahi dan menyiapkan ruang pembelajaran yang lebih representatif bagi mahasiswa praktik klinik. Tujuannya agar proses transfer ilmu dan pendidikan berlangsung jauh lebih optimal,” ujar dr. Rosita.

Selain peningkatan fasilitas, RSUD Chasan Boesoirie juga mengusulkan adanya evaluasi dan penguatan pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) pendidikan kedokteran klinis yang sudah berjalan sejak tahun 2023.

Langkah evaluasi ini dinilai mendesak demi memastikan mutu pembelajaran klinik terus meningkat mengikuti perkembangan zaman.

Buka Peluang Riset dan Magang Lintas Disiplin

Menariknya, kerja sama ini tidak melulu soal mencetak dokter. RSUD Chasan Boesoirie membuka pintu lebar-lebar untuk kolaborasi yang lebih luas, mulai dari program magang lintas disiplin ilmu hingga riset bersama (kolaboratif).

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga melahirkan penelitian dan inovasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan kesehatan yang dihadapi daerah kita,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, dr. Rosita didampingi oleh Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan RS, dr. Iwan Wirasatyawan, Ketua Komkordik dr. Fasni Halil, serta jajaran pejabat struktural dan Humas RSUD.

Rektor Unkhair Siap Kucurkan Dukungan Pendanaan Riset

Sinyal positif ini disambut hangat oleh Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid. Didampingi para Wakil Rektor—Dr. Hasan Hamid, M.Si (Warek I), Dr. Irfan Zam Zam, S.E., M.Sc., Ak (Warek II), dan Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H (Warek III).

Rektor menyatakan komitmen penuh kampus untuk mendukung penuh visi RSUD.

“Kami siap memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk pengembangan inovasi dan penelitian, kami sangat mendukung penuh, selama fokus kajiannya jelas dan relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Maluku Utara,” tegas Prof. Abdullah.

Bahkan, guna mendorong gairah riset yang berdampak nyata, Rektor menegaskan Unkhair membuka peluang dukungan pendanaan bagi penelitian-penelitian kesehatan yang dinilai memiliki nilai strategis untuk pembangunan daerah.

Sinergi antara RSUD Chasan Boesoirie dan Unkhair ini menjadi momentum krusial bagi masa depan dunia medis di Maluku Utara.

Penggabungan antara kekuatan akademik (teori) dari Unkhair serta pengalaman pelayanan (praktik) dari RSUD Chasan Boesoirie diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi layanan kesehatan, sekaligus memastikan masyarakat Maluku Utara ditangani oleh SDM-SDM kesehatan yang unggul dan berdaya saing tinggi.(ello)