Gubernur Malut Teken MoU dengan BIM University, Targetkan Panen Gabah 10 Ton per Hektare
Ternate – Malutexpress.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjalin kerja sama strategis dengan Bali Internasional Muhammadiyah (BIM) University. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung Jumat (25/7) di Bela Hotel, kerja sama ini mencakup beasiswa bagi 70 lulusan SMA serta pelaksanaan pilot project peningkatan produksi gabah.
“MoU ini menunjukkan komitmen kami dalam mendorong regenerasi petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Sherly.
Program Beasiswa dan Sosialisasi Pertanian
Sebagai bagian dari kerja sama ini, sebanyak 70 pelajar menerima beasiswa untuk melanjutkan studi di bidang pertanian. Untuk mendukung implementasinya, sosialisasi telah dimulai di Ternate dan akan berlanjut ke Halmahera Barat (Halbar).
Target Produksi dan Uji Bibit Unggul
Selanjutnya, BIM University bersama Pemprov Malut meluncurkan pilot project penanaman bibit unggul di atas lahan seluas empat hektare di Halbar. Dengan demikian, mereka menargetkan hasil panen gabah kering dapat meningkat dari rata-rata 2–4 ton menjadi 10 ton per hektare.
Menurut Sherly, peningkatan produktivitas petani menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, tim teknis terus melakukan uji coba terhadap bibit unggulan yang lebih adaptif dan tahan cuaca.
Fokus Wilayah Pengembangan Lumbung Pangan
Adapun program ini difokuskan pada lima wilayah strategis: Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, dan Ternate. Tujuannya adalah menjadikan daerah-daerah tersebut sebagai lumbung pangan utama Maluku Utara.
Penandatanganan MoU dan Kehadiran Tokoh Penting
Untuk menandai kerja sama ini, Gubernur Sherly secara langsung menandatangani MoU bersama Wakil Rektor BIM University, Williams Rahaditama. Selain itu, sejumlah tokoh turut hadir, seperti Kadis Pendidikan Malut Abubakar Abdullah, Dewan Peninjau Lanny Bambang dan Titik Rahardji, Head of Public Affairs Mochammad Fahmi, Head of Academic and Institutional Affairs I Gede Andika Wirateja, serta Peneliti dan Koordinator Lapangan Joko Pilianto.

Tinggalkan Balasan