TERNATE, MalutExpress.com – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi, melakukan kunjungan kerja ke Kota Ternate untuk memastikan kesiapan infrastruktur transportasi menjelang musim mudik Lebaran 2026.

Dalam kunjungannya, Menhub disambut Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, sekaligus menggelar rapat koordinasi khusus di Ruang VVIP Bandara Sultan Baabullah, Ternate, Jumat (27/2/2026).

​Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan sektor transportasi laut yang menjadi “nadi” utama mobilitas masyarakat di Bumi Moloku Kie Raha.

Transportasi Laut Jadi Prioritas Utama

Menhub Dudy menegaskan, karakteristik Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan membuat ketergantungan masyarakat terhadap jalur laut sangat tinggi. Oleh karena itu, keselamatan pelayaran dan kelancaran operasional pelabuhan menjadi harga mati.

​”Maluku Utara ini unik, didominasi kepulauan. Maka, kesiapan armada kapal, pengawasan keselamatan, dan kelancaran di pelabuhan harus menjadi perhatian ekstra selama angkutan Lebaran 2026,” tegas Menhub di hadapan Wagub dan jajaran Forkopimda Malut.

Kuota Mudik Gratis 7.150 Penumpang

Kabar gembira bagi warga Malut, Kemenhub telah menyiapkan kuota mudik gratis angkutan laut sebanyak 7.150 penumpang. Angka ini mencakup sekitar 10,82% dari total kuota nasional.

​Layanan ini akan menjangkau 18 ruas pelayaran strategis yang menghubungkan simpul-simpul penting seperti Ternate, Sofifi, Jailolo, hingga rute lintas provinsi menuju Ambon dan Manado.

Kesiapan Armada: Belasan Kapal Disiagakan

Untuk mendukung mobilitas warga, pemerintah menyiagakan 14 kapal laut (Pelni, perintis, dan swasta) yang melayani 15 lintasan dengan kapasitas hingga 2.000 penumpang. Tak hanya itu, sektor penyeberangan (ferry) juga diperkuat dengan 13 kapal yang melayani 29 lintasan di berbagai wilayah Maluku Utara.

Wagub Malut Diminta Awasi Speedboat dan Kapal Rakyat

Selain armada besar, Menhub juga menitipkan pesan kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memperketat pengawasan terhadap transportasi lokal yang sangat krusial, yakni speedboat dan kapal rakyat.

​”Sinergi pemda sangat penting, terutama dalam mengendalikan kepadatan penumpang di dermaga dan memastikan operasional speedboat antar-pulau berjalan aman,” tambahnya.

​Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menyambut baik dukungan pusat dan menyatakan kesiapan jajaran Pemprov Malut untuk berkolaborasi demi menjamin kenyamanan pemudik di wilayah Malut.

​Pertemuan ini turut dihadiri oleh pimpinan tinggi Kemenhub serta jajaran Forkopimda Maluku Utara sebagai bentuk komitmen bersama menyukseskan arus mudik dan balik Lebaran 2026. (***)