TERNATE – Sebesar Rp. 92,5 Miliar Gedung Plaza Gamalama Modern di bangun dengan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017. Gedung Plaza Gamalama Modern pada Tahun 2025, direncanakan oleh Pemerintah Kota Ternate alih fungsi menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ternate.

Upaya pemanfaatan ini mendapat tanggapan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate. Menurut Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate bidang kesehatan Nurlaela Syarif, selama ini rencana membangun rumah sakit daerah milik pemerintah Kota Ternate, Pemkot memiliki beberapa pertimbangan kebijakan. Pertama, Pemkot mengalokasi anggaran untuk proyek multiyears atau reklamasi di Kelurahan Kalumata senilai Rp. 132 miliar, sudah memiliki dokumen perencanaan fisibility studi dengan alokasi anggaran Rp. 1,2 miliar, namun belum terlaksana.

Kedua, model rencana pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) RSUD Kota Ternate dengan skema pengembalian AP (Availability Payment ). Pemkot rencana dengan pihak ketiga yaitu PT WIKA, menawarkan model kerjasama pembangunan RSUD Ternate dengan nilai Rp 1,69 triliun dalam waktu kurang lebih 10 tahun, yang sudah termasuk biaya operasional, tenaga kerja, dan biaya pemeliharaan alat-alat kesehatan serta sarana dan prasarana gedung.

“Bagi kami kebijakan terkait alih fungsi bangunan Plaza Gamalama menjadi RSUD Ternate sejauh ini cukup positif. Dibandingkan Pemkot harus membangun baru atau kerjasama dengan PT WIKA dengan sistem investasi 10 tahun, beban APBD sebesar 1,69 triliun, dimana pertahun beban APBD Ternate berkisar 160 miliar harus dipotong dana transfer ke daerah selama 10 tahun. Namun kami mendorong agar Pemkot harus melakukan kajian menyeluruh. Kajian yang harus dilakukan yaitu tantang tata ruang, analisis dan dampak lingkungan atau amdal. Aspek perhubungan dampak lalu lintas dan kelayakan parkiran. Serta upaya pembebasan lahan pemukiman seperti apa tindaklanutnya, semua ini harus di kaji dengan matang dulu,” ujar Srikandi NasDem.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate Fathiyah Suma menjelaskan, Pemkot saat ini terdesak dengan batas waktu akreditasi mutu, layanan dan kelayakan fasilitas kesehatan RSUD. Pemkot juga memiliki sumber daya tenaga spesialis dokter cukup lengkap, namun karena kendala ketersediaan fasilitas kesehatan RSUD Kota, dikhawatirkan para dokter akan bekerja di daerah lain.

“Bulan Mei 2025 Kementerian Kesehatan RI akan melaksanakan akreditasi RSUD Ternate. Kendalanya adalah bangunan RSUD Ternate masih menempati bangunan milik Puskemas Kota. Kemenkes sudah berikan warning atau peringatan kepada Pemkot,” ujar Kadis.

Selain itu Pemkot juga memiliki tenaga medis dan dokter spesialis yang cukup lengkap, seperti dokter spesialis jantung, bedah, anak dan kandungan, serta spesialis gigi. Ditambah tenaga paramedis dan non paramedis. “Sumber daya tenaga kesehatan di Kota Ternate sudah cukup lengkap. Sangat disayangkan tenaga medis ini belum dapat dioptimalkan secara baik. Namun jika skema alih fungsi Plaza Gamalama Modern menjadi RSUD Kota terlaksana, ini akan memudahkan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Ternate,” lanjut Kadis.

Gedung Plaza Gamalama Modern dibangun sejak 2017 dan diresmikan pada 15 Februari 2021 dengan alokasi anggaran pembangunan mengunakan APBD senilai 92,5 miliar. Luas bangunan Plaza Gamalama Modern kurang lebih 9000 meter persegi, konstruksi 4 lantai, hingga saat ini belum difungsikan dan digunakan. (*)