Ditjen Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni Hadiri Forum Kepala Daerah Provinsi Maluku Utara
Ternate, Malutexpress – Agus Fatoni, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Bina Keuangan Daerah), menghadiri Forum Kepala Daerah Provinsi Maluku Utara pada Jumat (25/4/2025) di Ballroom Hotel Bela Ternate. Forum ini melibatkan Bupati dan Wali Kota dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.
Agus Fatoni memaparkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kebijakan keuangan daerah. Ia mendorong pengelolaan sumber daya lokal secara maksimal agar daerah tidak terlalu bergantung pada bantuan pusat.
“Maluku Utara harus mampu mengelola sumber dayanya secara mandiri. Kami mengajukan strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan melakukan efisiensi anggaran,” jelas Agus Fatoni.
Gubernur Maluku Utara Berkomitmen Tingkatkan PAD
Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara, menegaskan pentingnya optimalisasi PAD untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah. Ia menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dengan maksimal.
“Kami menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Peningkatan biaya pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan menjadi prioritas, meskipun kemampuan fiskal daerah terbatas,” kata Sherly.
Sherly juga mendorong OPD untuk lebih inovatif dalam merancang kebijakan yang mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Musrenbang dan Diskusi Strategis
Forum ini dirangkai dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Para peserta, termasuk Direktur Utama PT Sucofindo Jobitriananda Hasjim dan Direktur Pendapatan Daerah Teguh Narutomo, bergabung untuk merumuskan solusi terhadap tantangan pembangunan daerah.
Peserta Musrenbang memberikan masukan terkait rencana pembangunan, dengan fokus pada efisiensi anggaran dan penguatan kemandirian fiskal. Forum ini juga mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan strategi pembangunan.

Tinggalkan Balasan