TERNATE – Banjir bandang kembali terjadi di Kota Ternate Pulau tepatnya perbatasan Kelurahan Gambesi – Sasa, Minggu, (30/03) malam pukul 22.00 WIT.

Sekitar tujuh bangunan indekos dan empat rumah warga, lokasi kejadiannya tepatnya di RT 08, RW 04, akibat luapan air dari bantaran sungai atau kali mati, karena hujan deras, sehingga sumber air dan material dari atas gunung Gamalama meluap.

Menurut keterangan Lurah Kelurahan Gambesi Aisyah Togubu mengatakan, kejadian Minggu (30/03) malam ini sekitar pukul 22.00 WIT, akibat hujan deras dan luapan air, dan kejadian kali ini lebih parah dari kejadian sebelumnya.

“Kejadian banjir bandang ini sudah beberapa kali, dari tahun 2022, 2024 Desember kemaren, dan 30 Maret 2025 malam ini cukup parah, karena luapan air dan sumber materialnya sampai menimpa pemukiman warga”, ujar Lurah.

Kondisi terkini pagar beton bangunan indekos roboh karena hantaman luapan air, juga banyaknya material yang dugaan sementara tidak hanya dari sumber air gunung, namun ada dugaaan karena gusuran material dari lokasi gusuran lahan di Kelurahan Sasa.

“Ini masih sifatnya dugaan, karena dari jenis material banjir, dugaan sementara bukan hanya dari sumber aliran sungai atau kali mati dari gunung Gamalama, namun kemungkinan dari lahan gusuran di Kelurahan Sasa, besok setelah shalat Ied, rencana saya dan Sekda Ternate akan turub cek sumbernya”, tutup Lurah. (*)