Di Malut Angka Bunuh Diri Tinggi, Butuh Kebijakan Serius
TERNATE (06/04/2025) –Angka kasus bunuh diri di Provinsi Maluku Utara terus meningkat. Data yang disampaikan oleh Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Maluku Utara (HIMPSI), peningkatan kasus bunuh diri terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat dan Kota Ternate.
Menurut Ketua HIMPSI Wilayah Maluku Utara Syaiful Bahry menjelaskan, data kasus bunuh diri di Malut meningkat, maka penting pemerintah daerah agar fokus melaksanakan kebijakan tentang pencegahan bunuh diri.
“Kami dari HIMPSI mengajak dan mengingatkan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di wilayah Malut, agar fokus kebijakan pencegahan bunuh diri. Sebagaimana amanah undang-undang nomor 17 tahun 2023, tentang kesehatan pasal 75 ayat 1 menyebutkan upaya kesehatan jiwa diberikan secara proaktif, terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan sepanjang siklus kehidupan manusia bagi orang yang beresiko, orang dalam gangguan jiwa, dan masyarakat”, ujar Syaiful.
Lebih lanjut Syaiful menegaskan amanah peraturan ini jelas dimana pemerintah daerah level gubernur, bupati dan walikota wajib memberikan peran dan atensinya atas pencegahan program percobaan bunuh diri.
“Program yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan akses masyarakat pada layanan kesehatan mental, layanan konseling dan terapi. Layanan kesehatan mental dapat membantu warga dalam mengalami masalah kesehatan mental, mengelola kondisinya dan mengurangi resiko bunuh diri”, tambah Syaiful.
Sementara itu Kota Ternate menjadi salah satu wilayah dengan data angka bunuh diri yang cukup tinggi. Menurut Kapolsek Ternate Selatan AKB Bakri Syahruddin menjelaskan, data januari sampai april 2025, terjadi lima kasus bunuh diri dengan motif kematian adalah depresi karena hubungan asmara.
“Tahun 2025 saja dari januari – april kasus bunuh diri terjadi dengan motif kematian adalah mayoritas karena hubungan asmara. Kami berharap ini menjadi perhatian serius di semua tingkatan, khususnya dilingkungan kelurahan, RT/RW dan tokoh masyarakat juga tokoh agama, semoga jadi perhatian serius pemerintah”, ujar Kapolsek Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan