Program KIP-Kuliah Daerah: Solusi Pendidikan Gratis di Maluku Utara
Ternate, Malutexpress – Rektor Universitas Khairun Ternate Ridha Ajam mendukung Program Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah) daerah yang digagas oleh Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.
Program ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam 100 hari kerja pemerintahan mereka, dengan fokus utama pada peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu di Maluku Utara.
KIP-Kuliah daerah merupakan bentuk sinergi antara pemerintah provinsi, pihak swasta, dan 10 pemerintah kabupaten/kota di Maluku Utara.
Mahasiwa merasakan bantuan pendidikan berupa kuliah gratis, pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta dukungan biaya hidup bagi mahasiswa, di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Ridha Ajam mengapresiasi langkah ini sebagai prioritas utama pemerintah daerah.
“Komitmen kuliah gratis ini adalah janji kampanye Sherly dan Sarbin dan harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah kabupaten/kota, dan swasta di Maluku Utara yang dapat berkontribusi pada generasi cerdas di wilayah ini,” ujar Ridha.
Adapun syarat penerima KIP-Kuliah meliputi:
Merupakan siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat. Lulus seleksi peneriman mahasiswa baru melalui jalur masuk, di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau swasta (PTS) pada program studi yang telah terakreditasi Pemegang atau pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP) pendidikan menengah Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima bantuan social yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial seperti : Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin Mahasiswa dari panti social/panti asuhanPentingnya kolaborasi antar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta pihak swasta menjadi harapan besar Gubernur Sherly Laos memastikan keberlanjutan program ini. “Pendidikan di Maluku Utara harus adil dan merata untuk semua,” tegasnya.
Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi generasi muda Maluku Utara yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa hambatan biaya. (*)

Tinggalkan Balasan