Ternate, Malutexpress – Problem sampah di Kota Ternate butuh perhatian seluruh pihak. Salah satu lembaga yang peduli tentang tata kelola dan perubahan perilaku masyarakat yaitu lembaga Beyond Health Indonesia.

Kegiatan public health insight dilaksanakan oleh Beyond Health Inonesia yaitu tata kelola dan perubahan perilaku sebagai pilar transformasi pengelolaan sampah mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Ternate dan DPRD Kota Ternate.

Founder Beyond Health Indonesia, Nadhir Wardhana menyampaikan apresiasi khusus kepada Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Ketua Bapemperda DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, atas keterbukaan dan komitmen mereka dalam mendukung forum kolaboratif lintas sektor ini.

“Kami sangat menghargai dukungan luar biasa dari Pemerintah Kota Ternate dan DPRD, khususnya Pak Sekda Rizal Marsaoly dan Bu Nurlaela Syarif. Dukungan seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah kota membuka diri terhadap gagasan dan masukan yang lahir dari komunitas dan kalangan akademisi,” ujar Nadhir.

Tata Kelola dan Perubahan Perilaku sebagai Pilar Transformasi Pengelolaan Sampah pendekatan teknokratis dan berbasis bukti dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sampah menjadi sebuah keniscayaan.

“Kebijakan lingkungan, apalagi yang menyangkut sampah, tidak bisa dibuat berdasarkan asumsi atau rutinitas semata. Harus ada data, harus ada riset, dan yang paling penting: harus ada partisipasi publik,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Dr. Nurlaela Syarif menyambut baik inisiatif Beyond Health Indonesia.

“Kami di DPRD melihat bahwa partisipasi pemuda, komunitas, dan akademisi seperti ini sangat penting. Kami siap mendorong regulasi yang lebih kuat dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat Ternate dalam pengelolaan sampah,” ungkap Nurlaela.

Nurlaela juga menekankan pentingnya reformasi regulasi. “Saat ini kami sedang mengevaluasi Perda yang berkaitan dengan lingkungan.

Forum seperti ini menjadi ruang strategis untuk menyerap masukan publik secara langsung, dan hasilnya bisa kami bawa dalam proses legislasi,” tambahnya.

Kegiatan ini mengangkat berbagai isu mulai dari urgensi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, hingga pentingnya pembaruan sistem tata kelola sampah yang lebih efisien dan terintegrasi.

Nadhir menegaskan, “Transformasi pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan cara pandang: dari sekadar urusan teknis menjadi isu strategis kesehatan masyarakat.”

Nadhir berharap kegiatan ini bisa menjadi titik tolak bagi kolaborasi jangka panjang. “Kami percaya bahwa perubahan hanya akan terjadi jika kita duduk bersama, berbicara jujur berdasarkan data, dan merancang solusi secara kolektif. Semoga Ternate bisa menjadi contoh kota yang berani berubah.” tutup Nadhir. (*)