Bukan Sekedar Janji Tapi Nyata, Refleksi 100 Hari Kepemimpinan Sherly-Sarbin
Ternate,Malutexpress– Sejak Tanggal 20 Februari 2025 pasangan calon Sherly Tjoanda Laos dan Sarbin Sehe dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, mencatat sejarah baru bagi politik lokal dan nasional, Sherly Tjoanda Laos seorang perempuan dan berasal dari kalangan minoritas bisa memimpin Provinsi Maluku Utara.
Pasca pelantikan serentak seluruh kepala daerah diwajibkan mengikuti retreat singkat di Akademi Militer Magelang. Sherly Tjoanda Laos yang basiknya adalah ibu rumah tangga, harus menyesuaikan dengan hiruk-pikuk politik dan pemerintahan. Sherly harus menunjukan kualitasnya sebagai Gubernur pilihan rakyat Maluku Utara.
Sherly Tjoanda Laos lantas menuliskan tiga janji dasar yang menjadi amanah konstitusi dan kebutuhan dasar masyarakat yaitu, hak masyarakat atas pendidikan gratis, hak layanan kesehatan tanpa hambatan biaya, dan pengentasan kemiskinan melalui konektivitas antarpulau.
Tepat 100 hari kepemimpinan Perempuan Gubernur Pertama di Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos mampu membuktikan wujud nyata bukan sekedar janji tapi realiasi.
“Saya bersyukur dapat hari ini bisa melaporkan kepada Rakyat Maluku Utara bahwa janji itu sudah berwujud nyata, bukan lagi deretan janji,” ungkap Gubernur Sherly penuh haru.
Perjalanan Pemerintahan Sherly-Sarbin Dalam Kurun Waktu 100 Hari
Sejak hari pertama Sherly Tjoanda Laos menjadi Gubernur Maluku Utara, Ia lansung bergerilya mengetuk pintu jajaran kementerian yang ada di Pemerintah Pusat Jakarta. Dengan bermodal keuletan dan jejaring yang Ia miliki, berbuah hasilnya konkret.
Lewat tangan dingin perempuan berparas cantik ini beberapa kebijakan langsung dieksekusi pemerintah pusat diantaranya :
- Mempercepat realisasi usulan Pemeritah Kabupaten Pulau Taliabu dan Halmahera Timur atas fasilitas kesehatan yang layak. Sherly Tjoanda Laos berhasil mengajak Menteri Kesehatan RI untuk datang dan langsung berkunjung ke dua Kabupaten tersebut, melihat kondisi Fasyankes di dua daerah itu, sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan RSUD.
- Upaya percepatan cakupan jaminan kesehatan universal (Universal Health Coverage) secara parsial mulai 1-10 Juni 2025, cukup dengan NIK warga Maluku Utara dapat berobat di rumah sakit mana saja di Indonesia. Jaminan kesehatan ini ditujukan untuk kelompok-kelompok prioritas, seperti masyarakat miskin dan rentan, agar mendapatkan perlindungan kesehatan secara penuh. Program ini memastikan bahwa mereka dapat mengakses layanan kesehatan yang diperlukan tanpa hambatan biaya, dan seringkali melibatkan kerja sama antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.
Prioritas Pemerintahan Sherly-Sarbin Pada Bidang Pendidikan
Pendidikan Gratis bagi Sherly Tjonada Loas merupakan wujud komitmen dan kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat guna meningkatkan pemerataan dan perluasan kesempatan bagi putra-putri daerah Maluku Utara.
Kebijakan Pendidikan Gratis dijalankan Sherly Tjoanda Laos saat Sidang Paripurna DPRD Maluku Utara, pada 6 Maret 2025, istri Mediang Benny Laos ini, mencabut pungutan komite sekolah dengan mengalolasikan senilai Rp. 34 miliar BOSDA.

Beberapa kebijakan Pendidikan Berkeadilan lainnya yang berhasil direalisasi Sherly-Sarbin sebagai berikut :
- Pembebesan tunggakan uang komite dari siswa berhasil diputihkan. Sebanyak 2.330 ijasah tertahan disekolah dikembalikan kepada pemiliknya.
- Mulai Juli 2025, sekolah swasta dan madrasah ikut menikmati BOSDA.
- Kesungguhan pada prioritas pendidikan dibuktikan lewat refokusing dan realokasi anggaran APBD hingga Rp. 63,3 Milyar untuk Pembangunan dan Rehab 64 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB dan 54 Sekolah dari APBN.
- Sekolah Rakyat menjadi pintu gerbang kesuksesan masyarakat kurang mampu akan kita operasikan pada tahun ajaran baru pada juli 2025 dan menjadi 1 dari 100 daerah yang siap menjalankan program prioritas Presiden dalam bidang Pendidikan inklusif.
- Terbukanya kesempatan belajar ke perguruan tinggi juga semakin lebar lewat beasiswa Maluku Utara Bangkit. Kerja Sama dengan 27 Kampus Negeri dan Swasta di Maluku Utara.
- Kami juga bersinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu, membuka gerbang 53 negara tujuan bagi Putra Putri Malut, memasuki kampus top unggulan 100 di dunia untuk reguler dan top unggulan 200 di dunia melalui jalur afirmasi, serta kampus yang berakreditasi A untuk dalam negeri.
Sherly Tjoanda Laos memastikan bahwa negara harus hadir secara berkeadilan dalam pemenuhan hak dasar yaitu pendidikan yang terjangkau, baik dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa.
“Negara harus berdiri paling depan saat seorang anak nyaris putus sekolah karena tak sanggup bayar. Di situlah makna kehadiran kami,” tegas Gubernur Sherly.
Gubernur Sherly Tjoanda Laos percaya, di balik seragam sederhana dan langkah kecil menuju sekolah hari ini, sedang tumbuh genarasi masa depan yang akan menjadi pemimpin besar Maluku Utara masa depan.
Kepekaan Sosial dan Respon Cepat Pemerintahan Sherly – Sarbin
Kepekaan sosial dan respon cepat menjadi pendekatan kepemimpinan Sherly – Sarbin. Hal ini dirasakan masyarakat Maluku Utara, bagaimana respon cepat pada sejumlah bencana, mulai dari Bencana di Kota Ternate (Kebakaran, Banjir dan longsor). Korban bencana Puting beliung di Kelurahan Guraping, Oba Utara, di Halmahera Barat, Halmahera Utara, Pemprov Malut selalu mengedepankan pendekatan aksi cepat tanggap sejumlah persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Berikut beberapa kebijakan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kebijakan pro rakyat lainnya :
- Melaksanakan operasi pasar untuk pengendalian inflasi daerah di Kab/ Kota yang mengalami lonjakan harga.
- Mensubsidi 50% tiket mudik lebaran Idul Fitri untuk semua penumpang yang melibatkan 21 armada kapal yang melayani 20 trayek laut di Maluku Utara.
- Pemberian uang saku masing-masing sebesar 1 juta rupiah untuk 1.076 jamaah haji dan carterpesawat bagi jamaah haji Malut menuju embarkasi Makassar.
- Memastikan stabilitas regulasi dan iklim investasi yang kondusif, melalui penandatanganan MoU dengan Polda Malut dan Kodam XV / Pattimura untuk menjamin rasa aman rakyat dan investasi, serta Kejati untuk Pendampingan Hukum.
- Pameran Job Fair atau bursa dihadiri oleh 12.252 pelamar dengan antusias memilih 3.244 lowongan dari 21 perusahaan, dan membuka pintu pemaganagan kerja di Negara Jepang.
- Usulan infrastruktur pembangunan jalan dan jembatan senilai Rp. 8 triliun di Kementerian PUPR.
- Program pengadaan alat tangkap, cold stroge, pabrik es, dan bibit rumput laut total senilai Rp. 50 miliar, dan launchingdi Kampung Nelayan Modern, Kelurahan Dufa-dufa, Ternate Utara, agar nelayan naik kelas, bukan hanya menangkap, tapi menjaga mutu dan nilai jual.
- 700 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), akan di bangun dan renovasi dapur bersih sehat dan air bersih bagi masyarakat.
- Reformasi birokrasi kami mulai dari internal birokrasi dengan pendekatan meritrokasi pemerintahan.
- Mengangkat sebanyak 1.394 PPPK baru dan siap mengisi pos pelayanan, dan penerapan sistem absensi berbasis kinerja aplikasi palm vein, memastikan ASN hadir dan melayani, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Bagi Sherly Tjoanda Laos, semua langkah ini sebagai dedikasi kepada rakyat Maluku Utara. “Ini mimpi besar Mediang suami Saya Benny Laos, beliau selalu membayangkan Negeri Moloku Kie Raha berdiri tegak, bermartabat, berdaulat, mandiri dan berkeadilan,” ujar Sherly.
Sherly Tjoanda Loas tidak mengklaim sudah sempurna, menurutnya “Saya berjanji tidak akan berhenti belajar, mendengar, dan bekerja, menjadikan Asta Cita Presiden Prabowo kompas pembangunan daerah. Tiap keputusan meneguhkan harapan, memperkuat ketahanan pangan, mencerdaskan SDM, dan menghadirkan keadilan nyata meningkatkan kualitas hidup rakyat Maluku Utara,” tutup Sherly. (*)
Tinggalkan Balasan