Ternate,Malutexpress – Kota Ternate Provinsi Maluku Utara kaya akan aneka ragaman hayati tanaman dan bunga lokal di Ternate dengan jenis tumbuhan, diantaranya capilong, bunga telang, cengkeh, pala, dan berbagai tanaman lainnya.

Banyak tanaman lokal di Ternate yang terancam punah dan butuh pelestarian. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Ternate Nurlaela Syarif, saat menerima aspirasi dari Komunitas Flowers Kota Ternate.

Nurlaela Syarif menyampaikan, tanaman lokal Maluku Utara memiliki korelasi dengan nilai budaya dan spiritual adat se-atorang, sering digunakan sebagai obat-obatan tradisional, dan ritual, seperti unjung pohon pinang, akar kusu-kusu, bunga pica piring, daun kasbi, paku cakar alam, dan berbagai tanaman lainnya.

“Kami menerima aspirasi dari Komunitas Flowers Ternate dan dalam diskusi banyak informasi yang kami dapat soal pelestarian Tanaman, Bunga lokal khas Ternate Malut yang juga harus jadi perhatian serius,” kata Nurlaela.

Dalam diskusi muncul gagasan pelestarian tanaman lokal di awali dengan kegiatan Festival Tanaman Lokal Khas Maluku Utara, sebagai upaya mengangkat kekayaan flora lokal, dan mendorong pelestarian tanaman endemik Ternate.

Disamping itu Ketua Komunitas Ali Kasturian menjelaskan bahwa, Komunitas Flowers dari latar belakang pengiat dan pelaku dalam usaha Tanaman dan Bunga lokal.

“Kami sedang melakukan pendataan jenis tanaman dan bunga lokal apa saja yang harus dilestarikan dan sudah jarang ditemukan. Kegiatan Pameran menjadi penting agar masyarakat, pemda menjadi paham bahwa kita juga memiliki aneka ragam tanaman lokal harus dilestarikan,” ujar Ketua.

Rencananya, pameran akan digelar dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya edukasi dan pelibatan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini pnting untuk memprkuat identitas lokal dan menjga keberlanjutan lingkungan,” ujar Nurlaela Syarif. (*)