Ternate,Malutexpress – Kolaborasi di bidang pelayanan kesehatan antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Daerah 10 Kabupaten Kota, yang dipolopori oleh Gubernur perempuan pertama Sherly Tjoanda Laos, patut diacungi jempol.

Hari ini, Selasa 17 Juni 2025, bertempat di Bela Hotel, berkat tangan dingin Gubernur Sherly, Maluku Utara bisa mencapai status Universal  Health Coverage (UHC) prioritas dengan keaktifan di atas 80 persen.

Gubenur mengatakan dengan semangat kolaborasi, dan melayani dengan tujuan memberikan akses pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Malut, akhirnya bisa mencapai status UHC prioritas dengan keaktifan di atas 80%.

Dengan kolaborasi dan sinergitas antara sesama pemerintah daerah serta proaktif dari BPJS Kesehatan baik dari level Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.

Gubernur mengungkapkan harus terus mendorong agar masyarakat dapat memiliki BPJS Kesehatan dengan cara yang cepat (online).

“Pemerintah harus hadir dalam  menjemput bola, harus ada di tempat pelayanan kesehatan. Buat apa punya status UHC prioritas kemudian aktivasinya masih berhari-hari dan ribet. Tujuan dari memiliki status UHC prioritas adalah ketika sakit, ketika harus operasi atau ketika harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang urgent di faskes manapun bisa secara offline atau online. Pelayanannya harus cepat, mudah, nyaman bagi masyarakat Malut,” jelasnya.

Gubernur berjanji, di bulan Juli mendatang, pihaknya akan persiapkan untuk mengubah sistem manajemen informasi di Rumah Sakit di level provinsi dengan pelayanan yang lebih maksimal, mulai dari pemesanan obat, laporan dokter semuanya bisa terintegrasi digitalisasi sehingga pelayanan diharapkan lebih maksimal, manajemen dan cash flow-nya lebih baik.

Gubernur juga mengajak seluruh kepala daerah dan stakeholders  untuk meningkatkan lagi pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sesuai pesan dari pak Presiden Prabowo. Untuk mempercepat cakupan pemeriksaan kesehatan gratis, karena Maluku Utara masih termasuk dalam salah satu daerah yang masih tergolong rendah PKG.

“Para Bupati dan Walikota tolong dicari tahu di lapangan apa yang menjadi kendala, sehingga PKG di Malut masih rendah. Apa kendalanya, dan apa masalahnya. Semoga bisa ditingkatkan lagi,” kata Gubernur. (*)