Laporan Pesan WA Gubernur Sherly Langsung Turun Jenguk Pasien Bayi di RSCM Jakarta
Jakarta,Malutexpress – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, berkunjung ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, di ruang infeksi Gedung Kiara Lantai 9 Kamar 918, untuk menemui pasien Bayi usia 23 bulan bernama Qarissah Permata Akli, seorang bayi terpaksa harus dirawat rujukan, Sabtu 5 Juli 2025.
Seorang Bayi warga Kelurahan Sangaji, menderita sakit langka dari jutuaan anak Indonesia. Sudah menjelang 2 bulan rawat inap di RSCM.
Diagnosa belum tegak, sementara masih dicurigai menderita citrin deficiency yang memerlukan proses tes genetik, di negeri Paman Sam Amerika Serikat.
Merespon hal ini, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos langsung berkunjung melihat pasien.
Gubernur Sherly sangat responsif dan peduli kesehatan Warga Maluku Utara. Hanya dengan bermodal laporan medsos, atau pesan whatsup, tanpa proses birokrasi panjang langsung tindaklanjuti dan datang berkunjung.
Bayi Qarissah diketahui sakit sejak usia 8 bulan. Sebelumnya Kaka Qarissah juga menderita gejala yang sama, namun tidak dapat bertahan hidup, akhirnya meninggal dunia.
Bayi Qarrisah Pasien rujukan dari RSUD Chasan Busori Ternate, dicurigai kolestasis atresia billier atau semacam sakit langka faktor genetika.
Meski dalam proses rujukan di menjadi tanggungan jaminan BPJS Kesehatan, namun biaya kebutuhan lain seperti susu khusus puramino dan mesin syringe pump, serta tes genetik ke Amerika Serikat dan asam amino tes ke Negara India, tidak bisa di cover jaminan BPJS Kesehatan.
Dalam kunjungannya, Gubernur Sherly meminta penjelasan Tim Medis RSCM yang menangangi pasien, dan meminta rincian kebutuhan pasien yang tidak menjadi tangungan jaminan BPJS kesehatan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan Gubernur.
“Dari hasil kunjungan ini selaku Pemerintah Provinsi Maluku Utara, tugas dan kewenangan kami melindungi dan memberikan jaminan kesehatan kepada Bayi Qarissah 23 bulan warga Kota Ternate, yang sementara di rujuk di RSCM Jakarta, harus secara maksimal,” ujar Gubernur Sherly.
Gubernur Sherly ingin memastikan apa saja kebutuhan pasien dan dari hasil diskusi dengan Tim Medis yang menangani Bayi Qarissah akan dibuatkan rincian daftar kebutuhan untuk diserahkan ke Gubernur Sherly.
Ibu dari pasien Bayi Qarissah, Dwi Ariezkha Putri, sangat terharu dengan kehadiran dan kepedulian Gubernur Sherly, bisa begitu baik dan responsif atas kondisi kesehatan anaknya.
“Kami bersyukur dan terharu sekali atas kepedulian Ibu Gubernur Sherly, Qarissah adalah anak kedua yang menderita sakit genetik ini, sebelumnya anak kami yang kedua juga mengalami hal yang sama, tidak dapat tertolon, dan akhirnya meninggal dunia. Hanya Qarissah putri kami ini dengan harapan bisa bertahan hidup,” ucap Dwi.
Orang tua Qarissah berharap kehadirian Gubernur Sherly dengan penuh rasa kepeduliannya bisa membantu proses pengobatan berkelanjutan sampai proses penyembuhan.
Selain melihat Bayi Qarissah di ruang yang sama 918 terdapat juga pasien anak bayi dari berbagai provinsi seperti Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat, Gubernur Sherly juga sekaligus dengan rasa keibuannya mendatangi dan melihat kondisi anak-anak penderita khusus tersebut.
Gubernur memberikan bantuan santunan secara pribadi berupa uang tunai dan sekaligus membuat video ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedy Mulyadi, agar dapat memberikan bantuan biaya obat untuk pasien warga Kerawang Jabar, yang tidak bisa ditanggu jaminan BPJS Kesehatan. (*)

Tinggalkan Balasan