21 Tahun Mengabdi Sebagai Staf Perawat RSUD Chasan Busori, Ferry Adref Sadang Gelar Doktor
Ternate,Malutexpress – 21 Tahun mengabdi sebagai Staf Keperawatan di RSUD Chasan Busori Ternate, Ferry Adref berhasil mempertahankan gelar akademiknya sebagai Doktor Ilmu Managemen, meneliti permasalahan Rumah Sakit Daerah di Provinsi Maluku Utara terkait pengelolaan sumber daya manusia khususnya tenaga keperawatan.
Doktor (Dr) Ferry Adref, S.Kep.Ns.M.Kep, keseharianya sebagai Staf Keperawatan di instalasi Gawat Darurat RSUD dr H Chasan Boesoirie, Doktor lulusan STIE AMKOP Makassar, berhasil meraih gelar Doktor (Dr) pertama di RSUD dr H Chasan Boesoiri Ternate, pada Senin 20 Agustus 2025.
Disertasinya berjudul Pengaruh Pengembangan SDM, Kompetensi Staf keperawatan dan Supervisi Keperawatam Terhadap kinerja Staf klinis Keperawatan Melalui Profesionalisme Kerja dan komitmen Organisasi pada Rumah
Sakit di Provinsi Maluku Utara.

Menurut Doktor Ferry Adref, ada beberapa latar belakang permasalah rumah sakit daerah di Malumu Utara, yang terungkap dalam hasil penelitian yaitu adanya GAP fenomena terkait kinerja staf keperawatan di rumah sakit di Maluku Utara.
Sejumlah permasalahan yang menjadi fokus penelitian seperti, rendahnya kepatuhan terhadap Standart Operational Prosedur (SOP), minimnya respon time perawat dalam pelayanan, kurangnya partisipasi dalam peningkatan kompetensi dan pendidikan berkelanjutan, kualitas komunikasi perawat pada pasien dan keluarga yg berdampak pada kepuasan pelanggan.
Selain itu, organisasi baik rumah sakit, maupun pemerintah daerah dengan kinerja aktual perawat belum maksimal, alokasi anggaran pengembangan SDM belum memadai, dan capaian standart pelayanan minimum terkait pengembanhan SDM belum mencapai standar.
“Masih belum banyak dijumpai kajian terkait manajemen kinerja keperawatan diwilayah timur khususnya di Provinsj
Maluku utara. Penelitian ini sebagai upaya diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM sehingga kinerja pelayanan dapat tercapai secara optimal,” ujar Doktor Ferry.
Melalui hasil disertasi ini diharapkan, pihak manajemen rumah sakit di Malut, perlu memperkuat sistem evaluasi kinerja yang lebih objektif, transparan dan berbasis indikator mutu pelayanan, agar setiap staf termotivasi utk terus meningkatkan profesionalismenya.
Dalam struktur organisasi RSUD Chasan Busori, Ferry Adref adalah Doktor managemen pertama yang memiliki spesifikasi dan keahlian sebagai penjaminan mutu dan kualitas rumah sakit daerah.
“Secara teoritis penelitian Saya memperkuat teori pengembangan SDM, kompetensi, supervisi, profesionalisme dan komitmen organisasi sebagai faktor dalam penentu kinerja staf klinis keperawatan. Dan secara praktis penelitian ini menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit, untuk meningkatkan kualitas layanan melalui program pengembangan SDM, rekrutmen berbasis kompetensi, supervisi efektif, pembinaan profesionalisme, dan penguatan komitmen kinerja,” ujarnya.
Sementara itu dari sisi kebijakan, penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan strategi bagi rumah sakit di daerah Maluku Utara dan Pemerintah Daerah, dalam merancang kebijakan peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
Sejumlah konsep dan gagasan disertasi Doktor Ferry Adref secara praktis sudsh mengabdi sebagai perawat selama 21 tahun ini berharap, agar RSUD di Provinsi Malut lebih menekankan pengembangan kompetensi staf klinis keperawatan, melalui program pelatihan berkelanjutan, sertifikasi profesi serta peningkatan kemampuan tehnis dan non tehnis yg relevan dgn standart pelayanan kesehatan.
“Saya siap dalam berkontribusi tenaga dan gagasan, capaian atas jejang Doktor ini tidak terhenti hanya pada teori, namun berkomintmen untuk memberikan sumbangsih praktis bagi kemajuan dan pelayanan rumah sakit daerah di Malut lebih baik dan profesional dalam pelayanan,” tutupnya. (Ello)




Tinggalkan Balasan