Marquez Menang di Misano: “Saya Sudah Buka Semua Kartu, Jawaban Bezzecchi Luar Biasa!”
MISANO, malutexpress.com — Pembalap delapan kali juara dunia, Marc Marquez, tampil gemilang di MotoGP San Marino dengan menaklukkan tekanan lokal dan duel sengit melawan Marco Bezzecchi. Meski sempat melakukan kesalahan di sesi Sabtu, Marquez bangkit dan menutup balapan hari Minggu dengan kemenangan dramatis hanya 0,5 detik di depan Bezzecchi.
“Lap-lap terakhir adalah saat saya keluarkan semuanya, semua kartu saya. Tapi jawaban dari Marco sungguh luar biasa!” ujar Marquez usai balapan.
Duel Sengit di Lap-Lap Akhir
Marquez memulai balapan dengan menempati posisi kedua di belakang Bezzecchi, yang sebelumnya menang di Sprint. Ketika Bezzecchi melebar di tikungan ke-12, Marquez mengambil alih pimpinan dan mencoba mengontrol ritme balapan.
“Saya tidak perlu memaksakan diri selama 27 lap. Saya hanya mencoba memahami batas lintasan,” jelasnya.
Namun, Bezzecchi tidak tinggal diam. Ia terus menempel Marquez dengan kecepatan tinggi, bahkan mencatatkan lap tercepat baru. Marquez mengakui bahwa tekanan dari pembalap Aprilia itu membuatnya harus tampil maksimal.
Selebrasi Gaya Messi dan Target Gelar di Jepang
Setelah melewati garis finis, Marquez merayakan kemenangan di depan publik Misano yang dikenal keras, dengan mengangkat baju balapnya ke arah penonton—meniru selebrasi ikonik Lionel Messi.
“Messi selalu jadi referensi. Dia bicara lewat sepak bola, saya bicara lewat motor. Ini cara terbaik untuk merayakan,” kata Marquez.
Dengan kemenangan ini, Marquez unggul 182 poin dari saudaranya, Alex Marquez, dan hanya membutuhkan tiga poin tambahan di MotoGP Jepang untuk mengunci gelar dunia musim ini.
“Rasanya luar biasa, meski belum sepenuhnya nyata. Tapi saya tetap fokus dan ingin menutup musim dengan cara terbaik,” tegasnya.
Marquez juga menepis anggapan bahwa meraih gelar di depan mantan timnya, Honda, akan terasa lebih spesial.
“Saya sangat menghormati Honda. Menang di Jepang atau Indonesia, sama saja. Tapi menang di Italia, di tengah tekanan Ducati dan Tardozzi, itu jauh lebih berarti,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan