Ternate,Malutexpress – Perjalanan Wisata Rohani Yerusalem kembali menjadi kesempatan berharga bagi umat Kristiani Maluku Utara, untuk merasakan pengalaman iman langsung di Tanah Perjanjian.

Dalam Holyland Tour yang berlangsung pada Tanggal 23 November sampai dengan 1 Desember 2025, para peserta mengikuti rangkaian kunjungan ke lokasi-lokasi bersejarah di Betlehem, Israel, dan Palestine yang menghadirkan pengalaman spiritual penuh haru, sukacita, dan refleksi mendalam.

Perjalanan dari Kota Ternate menuju Jakarta sampai ke Yerussalem membawa suasana mengharukan dan berkesan bagi para Jemaat Wisata Rohani asal Maluku Utara.

Pendakian Mount Of Olives, Puncak Pengalaman Spiritual

Salah satu momen paling berkesan terjadi saat peserta mendaki Puncak Gunung Olives, lokasi bersejarah tempat dimana Tuhan Yesus mengajarkan doa Bapak Kami. Pendakian panjang yang penuh tantangan itu menjadi simbol perjalanan iman bagi Jemaat asal Maluku Utara.

“Puji Tuhan, kami sudah sampai Pendakian Mount Of Olives bersama Tuhan,” ungkap seorang peserta penuh syukur.

Tak sedikit peserta yang meneteskan air mata ketika berada di titik-titik penting perjalanan. Kisah Alkitab yang selama ini hanya dibaca kini hadir nyata di depan mata. Beberapa peserta juga menceritakan bagaimana penjelasan pendeta mengenai kisah sengsara membuka pemahaman baru akan pengorbanan Yesus.

“Kalau ini baru yang ringan, bagaimana penderitaan-Nya yang sebenarnya? Sambil memikul salib dan dicambuk,” ujar seorang peserta dengan suara bergetar.

Mengunjungi Lokasi Penangkapan dan Jalan Salib Yesus

Saat memasuki Israel, rombongan melanjutkan kunjungan ke berbagai lokasi yang berkaitan dengan perjalanan hidup Yesus, termasuk tempat penangkapan dan jalur jalan salib.

“Di tempat itu Yesus ditangkap dan dikhianati. Itulah sebabnya lokasi ini disebut tanah suci. Tuhan kita pernah naik turun memakai tangga ini,” tutur salah satu peserta, mengutip penjelasan tour guide.

Para peserta juga mendapatkan pendampingan rohani sepanjang perjalanan. Ringkasan sejarah, penjelasan Alkitab, hingga refleksi iman yang diberikan pendeta dinilai sangat membantu.

“Pelayanan dari mobil sampai lokasi sungguh bagus. Saya benar-benar mendapatkan banyak hal yang belum pernah saya dengar sebelumnya,” kata seorang jamaah.

Mengenang Kisah Lama di Lokasi Bersejarah

Rombongan juga diajak melihat reruntuhan bangunan yang pernah menjadi tempat tinggal sebuah keluarga lebih dari dua dekade silam. Penjelasan tour leader mengenai kehidupan keluarga tersebut menggugah kesadaran peserta akan panjangnya jejak sejarah yang tersimpan di Tanah Suci.

Pengalaman ini turut memperkaya pemahaman mereka bahwa perjalanan rohani bukan hanya soal mengunjungi tempat-tempat Alkitab, tetapi juga menyaksikan jejak kehidupan nyata yang melekat pada wilayah tersebut.

Dengan rangkaian pengalaman mendalam ini, Wisata Rohani Yerusalem Maluku Utara Tahun 2025, menjadi perjalanan yang tak hanya memperkuat iman, tetapi juga menghadirkan perspektif baru bagi peserta mengenai sejarah, spiritualitas, dan nilai-nilai kehidupan. (***)