Sokong Nadi Perekonomian Malut, Pengurus KSL Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan
TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – Sektor transportasi lintas wilayah di Maluku Utara memasuki babak baru. Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Kerukunan Sopir Lintas (KSL) Provinsi Maluku Utara untuk masa bakti 2026–2031.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Hotel Dragon, Kota Ternate Tengah, pada Sabtu (20/06/2026).
Sebagai organisasi yang menaungi armada angkutan di 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara, KSL memegang peran krusial. Organisasi ini menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah maupun sektor swasta dalam menjaga urat nadi distribusi logistik, mulai dari sandang, pangan, hingga kebutuhan pokok masyarakat di pelosok bumi Moloku Kie Raha.
Transformasi 15 Tahun: Dari ‘Aslih’ Menuju KSL
Perjalanan KSL merupakan potret edukatif tentang bagaimana sebuah komunitas profesi berkembang menjadi lembaga hukum yang solid. Berdiri sekitar 15 tahun lalu, organisasi ini awalnya bernama Asosiasi Lintas Halmahera (Aslih). Seiring tuntutan profesionalitas dan penguatan kelembagaan, wadah ini bertransformasi melalui akta notaris resmi menjadi Kerukunan Sopir Lintas (KSL) Provinsi Maluku Utara.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Ternate H. Tauhid Soleman, Pimpinan DPRD Kota Ternate Amin Subuh, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan, ASDP, dan KSOP. Hadir pula sosok sentral di balik berdirinya organisasi ini, yakni sang pendiri KSL, Nurlaela Syarif.
Kontributor Nyata Ekonomi Daerah
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi KSL. Menurutnya, para sopir lintas adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang menggerakkan roda perekonomian daerah melalui distribusi muatan ke berbagai wilayah yang sulit dijangkau.
”Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata KSL bagi perekonomian Maluku Utara. Mereka adalah mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam memastikan kebutuhan sandang, pangan, dan komoditas penting lainnya sampai ke tangan masyarakat,” ujar Sarbin.
Menanggapi aspirasi para sopir—khususnya terkait kepastian kuota khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) yang layak di wilayah Halmahera—Wagub berjanji pemerintah daerah akan terus mencari formula solusi terbaik.
”Kami sadar belum ada yang sempurna, namun pemerintah daerah terus berupaya mendekati kesempurnaan dalam menjawab aspirasi tersebut. Kami berharap KSL tetap menjaga kondusivitas di lapangan dan tidak mudah terprovokasi oleh dinamika yang ada,” tegasnya.
Sinergi Mendorong Pertumbuhan Sektor Jasa
Rasa syukur dan optimisme juga dipancarkan oleh Pendiri KSL, Nurlaela Syarif. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari jajaran eksekutif dan legislatif, baik di tingkat provinsi maupun Kota Ternate.
”Kehadiran Pak Wagub, Pak Wali Kota, dan Pimpinan DPRD adalah suntikan energi besar bagi kami. Kami berharap kepengurusan periode 2026–2031 ini dapat terus menjadi mitra yang baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Malut, khususnya di sektor jasa dan transportasi,” tutur Nurlaela.
Untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan, KSL Provinsi Maluku Utara kini dinakhodai oleh wajah-wajah baru yang siap membawa perubahan positif.
Berikut adalah struktur inti kepengurusan yang baru dilantik, dengan komposisi kepengurusan KSL Provinsi Maluku Utara yang baru saja dilantik ini dipimpin oleh:
Ketua: Slamet Dasim
Sekretaris: Rifka Sandi Ely
Bendahara: Ridwan Syamsi
Kepengurusan ini juga diperkuat oleh koordinator wilayah yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku Utara, guna memastikan koordinasi dan distribusi logistik berjalan maksimal di seluruh wilayah. (Ello)

Tinggalkan Balasan