PB Porprov ke-V Maluku Utara 2026,Terus Optimalkan Kendala Akomodasi Kontingen dan Perangkat Pertandingan
Tobelo,Malutexpress.id – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga ke-V Provinsi Maluku Utara Tahun 2026, memberikan klarifikasi resmi mengenai kendala akomodasi yang dialami oleh sejumlah kontingen dan perangkat pertandingan, Senin (8/6) di Hotel Gura Ici Tobelo.
Menurut Ketua Panitia Porprov ke-V Maluku Utara, Makmur Gamgulu menegaskan, situasi yang terjadi di lapangan bukanlah unsur kesengajaan, melainkan dampak dari perubahan jadwal dan adanya agenda daerah yang berlangsung secara bersamaan.
Makmur menjelaskan sejak awal pihak panitia telah menghitung dan menyiapkan akomodasi yang memadai, sesuai dengan jumlah atlet dan pelatih dari masing-masing kontingen.
Selain itu, panitia juga telah mengalokasikan penginapan untuk sekitar 600 orang perangkat pertandingan.
“Guna mengantisipasi keterbatasan kapasitas hotel di wilayah setempat, panitia besar sebenarnya telah merancang skema kedatangan perangkat pertandingan secara bertahap (berangsur-angsur). Berdasarkan jadwal awal, tim delegate dijadwalkan tiba pada H-2, sementara perangkat pertandingan lainnya tiba pada H-1,” ujar Makmur.
Namun, karena kesiapan sejumlah venue belum rampung oleh panitia lokal, Panitia Besar memahami bahwa ada perangkat pertandingan yang terpaksa harus tiba lebih awal, yaitu pada H-4, untuk membantu percepatan pekerjaan di venue.
Kedatangan yang lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan (manajemen in-out) ini menyebabkan hotel yang telah dipesan sebelumnya belum bisa menampung kedatangan para perangkat pertandingan tersebut.
Perubahan Jadwal dan Benturan Agenda Kegiatan
Selain kendala kedatangan yang maju dari jadwal, terdapat dua faktor utama lainnya yang menjadi penyebab penumpukan pemesanan hotel, penundaan jadwal utama.
Jadwal kegiatan mengalami pergeseran dari yang semula direncanakan tanggal 1 menjadi tanggal 8. Penundaan ini berdampak pada skema pembayaran DP (uang muka) hotel.
“Panitia Besar awalnya berencana menyerahkan DP pada H-3 (tanggal 5), dengan asumsi panitia lokal sudah melakukan koordinasi matang melalui rapat bersama pemilik hotel, losmen, dan homestay. Namun, pada saat hari H jadwal awal, sejumlah pihak hotel tidak menghadiri rapat koordinasi tersebut, sehingga pihak hotel kemudian menjual kamar yang tersisa kepada pihak umum,” lanjut Makmur.
Persoalan ketersediaan hotel juga pada benturan dengan agenda provinsi (Job Fair), di saat yang bersamaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyelenggarakan kegiatan tingkat provinsi, yaitu Job Fair, yang berpusat di Halmahera Utara.
Agenda Job Fair ini telah memesan dan menempati hotel-hotel yang awalnya dipesan untuk kontingen kita.
“Meski ada kendala Panitia Besar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para peserta dan perangkat pertandingan yang sempat tertahan di luar hotel. Saat ini, panitia terus bergerak cepat di lapangan untuk memetakan kembali ketersediaan kamar dan mencari solusi terbaik guna memastikan seluruh perangkat pertandingan dan kontingen mendapatkan fasilitas akomodasi yang layak,” optimis Makmur.

Tinggalkan Balasan