TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – Provinsi Maluku Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung nasional. Dua pelajar terbaik daerah, Haikal Khadafi H. Laode dan Mardhatilla A. Putri, resmi dipercaya mengemban tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026.

Keduanya akan menjadi duta Maluku Utara dalam rangkaian upacara sakral peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

Acara pelepasan kedua calon Paskibraka Nasional ini berlangsung penuh haru di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Maluku Utara, Kota Ternate, Senin (13/7/2026). Prosesi pelepasan dihadiri langsung oleh pihak keluarga, guru, serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Lolos Seleksi Ketat Sejak Juni

Haikal Khadafi H. Laode merupakan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Ternate, sedangkan Mardhatilla A. Putri adalah siswi kelas XI SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan. Keduanya berhasil mengamankan tiket ke tingkat pusat setelah melewati rangkaian seleksi dan verifikasi berjenjang yang super ketat sejak Juni 2026.

Usai dilepas secara resmi, mereka dijadwalkan bertolak menuju Depok, Jawa Barat, pada Selasa (14/7/2026). Keduanya akan langsung mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang berlangsung hingga 22 Agustus 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bawa Identitas Negeri Rempah dan Falsafah Marimoi Ngone Futuru

Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Fachruddin Tukuboya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua pelajar, keluarga, serta pihak sekolah.

Gubernur berpesan agar Haikal dan Mardhatilla senantiasa menjaga nama baik Maluku Utara selama menjalani masa karantina dan bertugas di tingkat nasional.

“Kalian berangkat membawa identitas sebagai putra-putri Maluku Utara. Sebuah daerah kepulauan yang sejak dahulu dikenal sebagai negeri rempah dan hidup dalam semangat persaudaraan,” ujar Fachruddin saat membacakan pesan tertulis Gubernur.

Ia juga mengingatkan kedua pelajar untuk memegang teguh falsafah hidup masyarakat Maluku Utara, Marimoi Ngone Futuru, sebagai cerminan semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tingkat nasional.

Ditempa Jadi Pemimpin Masa Depan

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maluku Utara, Armin Zakaria, menjelaskan bahwa selama mengikuti Pusdiklat, para peserta tidak hanya digembleng secara fisik dan kemampuan teknis baris-berbaris.

Lebih dari itu, mereka akan ditempa menjadi generasi muda yang berkarakter, disiplin, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Keberhasilan Haikal dan Mardhatilla ini menjadi oase prestasi bagi dunia pendidikan di Maluku Utara. Pencapaian ini membuktikan bahwa pelajar dari kawasan timur Indonesia memiliki daya saing yang luar biasa dan mampu berdiri sejajar di panggung nasional melalui proses seleksi yang kompetitif dan transparan. (me/red)