Perkuat Layanan Rehabilitasi Narkoba, RSUD Chasan Boesoirie Resmi Jadi Mitra BNNP Malut
TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie Ternate resmi memperkuat sinergi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara dalam penyelenggaraan layanan rehabilitasi medis bagi korban penyalahgunaan narkotika.
Kepastian ini ditandai melalui prosesi penandatanganan Adendum I Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang War On Drugs Kantor BNNP Maluku Utara, Ternate, Senin (27/7/2026).
Selain RSUD Chasan Boesoirie, pembaruan komitmen kerja sama lintas sektor ini turut melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara serta sejumlah fasilitas kesehatan mitra lain, seperti RS Bhayangkara Tk. IV Ternate, RS Jiwa Sofifi, dan Puskesmas Kalumata.
Kolaborasi Pencegahan hingga Lingkungan Sekolah
Kepala BNNP Maluku Utara, Brigjen Pol. Mirzal Alwi, menegaskan bahwa kolaborasi bersama faskes dan instansi pendidikan sangat vital untuk memperkuat benteng Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Menurut Mirzal, kerja sama ini tidak sekadar berfokus pada proses rehabilitasi medis bagi para mantan pengguna narkotika, tetapi juga memasang strategi pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah melalui penerjunan tenaga konselor BNN.
“Kerja sama ini kita harapkan dapat memperkuat layanan rehabilitasi bagi mantan pengguna narkoba sekaligus memperkuat upaya pencegahan, terutama di lingkungan sekolah,” ujar Mirzal.
Ia juga mengimbau pihak sekolah dan rumah sakit untuk menerapkan larangan keras penggunaan rokok elektronik (vape) di area fasilitas publik demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas zat adiktif.
Terkait pelaksanaan tes bebas narkoba untuk kebutuhan seleksi Aparatur Sipil Negara (CPNS, PNS, maupun PPPK), Mirzal mengingatkan agar seluruh prosedur pemeriksaan mengacu ketat pada standar operasional (SOP) BNN.
“Saya harap pemeriksaan tes narkoba untuk kebutuhan seleksi ASN dilaksanakan langsung di kantor BNN karena SOP yang diterapkan di sini jauh lebih ketat,” tegasnya.
RSUD Chasan Boesoirie Siap Penyesuaian SOP BNN
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menyambut positif penunjukan rumah sakit yang dipimpinnya sebagai mitra resmi BNNP. Ia menjelaskan bahwa RSUD Chasan Boesoirie telah memiliki tim penguji kesehatan resmi berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 6308 Tahun 2025.
“RSUD kami ditunjuk sebagai rumah sakit yang memiliki tim penguji kesehatan resmi untuk seleksi CPNS, PNS, hingga PPPK, dan hal tersebut sudah beberapa kali kami laksanakan di lapangan,” terang dr. Rosita.
Meski demikian, pihak manajemen mengakui pentingnya penyelarasan teknis dengan BNN, terutama mengenai diferensiasi SOP tes sampel darah dan urine untuk deteksi narkotika. RSUD Chasan Boesoirie berkomitmen penuh untuk melakukan penyesuaian prosedur standar pelayanan sesuai arahan BNNP Malut.
“Kami sangat berterima kasih telah dipercayakan sebagai mitra BNN. Ke depan, kami memohon masukan dan pendampingan berkelanjutan agar kualitas layanan, khususnya rehabilitasi medis, dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.
Proteksi Pelajar Menuju “Ananda Bersinar”
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, memastikan siap mengeksekusi poin-poin kerja sama tersebut di seluruh satuan pendidikan. Langkah pembinaan karakter, edukasi bahaya laten narkoba, hingga pengawasan lingkungan sekolah secara proporsional akan ditingkatkan.
Sinergi terpadu ini menjadi bagian dari dorongan program “Ananda Bersinar” (Bersih Narkoba) dalam rangka mencetak generasi muda Maluku Utara yang sehat, unggul, dan berintegritas menyongsong Indonesia Emas 2045. (me/red)

Tinggalkan Balasan