TERNATE – Aksi protes warga kembali terjadi di Kota Ternate. Kali ini masyarakat Kelurahan Kasturian Kecamatan Ternate Utara, melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan rusak tepatnya di lingkungan RT 007/ RW 004, Minggu 6 April 2025.

Masyarakat melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan rusak timbul karena kekesalan kepada Pemkot. Selama ini keluhan jalan rusak parah tidak pernah ditanggapi dengan melakukan perbaikan.

Menurut warga Kelurahan Kasturian bernama Ismail Marsaolly, sudah berulang kali keluhan dan aspirasi jalan rusak disampaikan ke Pemkot Ternate, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi maupun kota, dan lewat usulan musrembang namun tidak pernah ditindaklanjuti.

“Jalan ini sudah rusak sejak tahun 2023 dan warga selalu lakukan perbaikan secara swadaya atau mandiri, dengan mengunakan semen sebanyak dua kali”, kesal Ismail.

Masyarakat akhirnya geram dan memutuskan hari Minggu (6/04) Pukul 10.55 WIT, melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan rusak. Aksi tersebut sebagai bentuk protes warga, karena upaya mereka tidak pernah mendapat respon dan langkah perbaikan dari Pemkot.

Lebih lanjut Ismail yang mewakili warga Kasturian menyampaikan, karena jalan rusak ini warga tidak nyaman dalam lalu lintas, bahkan ada ibu hamil harus menanggung akibat karena setiap lewat jalan itu, melewati jalan berlubang dan sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas saat melalui jalur jalan ini.

“Kasihan ibu hamil harus jadi korban dengan jalan model ini. Jalan rusak berlubang sangat berbahaya bagi kandungan mereka, belum lagi sudah berulang kali terjadi kecelakaan akibat kerusakan jalan, dimana tong pe pemerintah kota dan anggota DPRD selama ini“, lanjut Ismail.

Masyarakat Kasturian berjanji akan tetap melakukan aksi protes tanam tohon pisang di tengah jalan tersebut, hingga ada perbaikan oleh pihak berwenang. (*)