Pendidikan Kota Ternate Antara Harapan dan Kenyata
Ternate, Malutexpress – BEM Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Kota Ternate, mengelar dialog publik bertajuk “Pendidikan Kota Ternate : Antara Harapan dan Kenyataan” bertempat di Aula kampus, Kelurahan Tanah Tinggi, Senin 5 Mei 2025.
Kapala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Ternate, Nurlela Syarbin menjelaskan Pemkot Ternate memberikan perhatian serius pada angka anak putus sekolah, yang merupakan amanah konstitusi.
“Kami bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait angka anak putus sekolah di Kota Ternate. Dari total jumlah siswa SD sebanyak 18 ribu siswa dan SMP 19 ribu siswa, ada dua kategori anak tidak sekolah. Pertama yang putus sekolah SD ada 68 orang, dan tidak bersekolah ada 1000 lebih anak,” ujar Kabid.
Latarbelakang jumlah anak putus sekolah dan tidak bersekolah karena orang tua cenderung membiarkan, karena pendatang dari daerah luar dan mencari nafkah di Kota Ternate.
Dinas Pendidikan Kota Ternate bekerjasama dengan orang tua dan lingkungan sekitar, agar anak putus sekolah harus mendapat pendidikan yang layak. “Ternate sudah ada alokasi BOS dan BOSDA jadi pendidikan di Ternate kami hindari terjadi pungli,” ujar Kabid.
Lebih lanjut Anggota DPRD Kota Ternate Nurlaela Syarif juga ikut berpendapat dalam forum diskusi. Ia mengutip Pasal 31 ayat (4) yang mengamanatkan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD.
Anggota DPRD tiga periode ini mendorong efektivitas pengelolaan anggaran pendidikan di Kota Ternate, dan terus mengawal Pemkot Ternate dalam alokasinya menyentuh kebutuhan pokok peserta didik, dan berdampak langsung pada kualitas belajar.
“Saya selama ini suarakan soal pendidikan gratis, mutu dan kualitas pendidikan serta model pembelajaran. Namun tantangan pendidikan saat ini bukan hanya memberikan stimulan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau pendidikan gratis, namun mutu dan kualitas pendidikan serta menjaga para siswa-siswi dari ancaman konsumsi konten-konten kekerasan, pornografi dan pornoaksi lewat gadget,” ujar Nurlaela.
Ketua Bapemperda DPRD Kota Ternate juga berharap, Pemerintah daerah sudah harus ikut intervensi soal menjaga dan melindungi generasi emas dari budaya tiru, dari mengkonsumsi konten teknologi yang dapat membentuk mental, karakter dan perilaku anak dari sisi negatif terpaan teknologi.
“Ini menjadi warning untuk semua, karena salah satu faktor perubahan perilaku pada generasi muda karena pengunaan gadget yang cenderung negatif dan diluar kontrol, pembinaan dan pendampingan orang tua secara maksima,” tutup Nurlaela. (*)

Tinggalkan Balasan