Harapan Baru Pasien Kanker Malut, RSUD Chasan Boesoirie Tingkatkan Kualitas Layanan Medis
TERNATE, MalutExpress.com – Upaya memperkuat layanan kanker di Maluku Utara terus digenjot. RSUD dr. H. Chasan Boesoirie kembali menjadi lokasi pelaksanaan Program Pengampuan Layanan Kanker tingkat regional melalui kunjungan tim pendamping dari rumah sakit rujukan nasional pada Selasa (23/6/2026).
Tim dari RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado melakukan peninjauan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan layanan kanker yang selama ini dikembangkan di rumah sakit rujukan utama Provinsi Maluku Utara tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas rumah sakit daerah yang telah berjalan berkelanjutan sejak tahun 2023.
Bagi Maluku Utara, penguatan layanan kanker bukan sekadar agenda peningkatan mutu pelayanan kesehatan, melainkan harapan bagi ribuan masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Tantangan Deteksi Dini Kanker
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, mengungkapkan bahwa kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Tingginya angka keterlambatan diagnosis menyebabkan banyak pasien baru terdeteksi saat penyakit telah memasuki stadium lanjut.
“Sekitar 70 persen kasus kanker baru diketahui ketika pasien sudah berada pada stadium lanjut. Kondisi ini tentu memperkecil peluang kesembuhan dan meningkatkan biaya pengobatan yang harus ditanggung pasien maupun keluarganya,” ujar Julys.
Oleh karena itu, kehadiran rumah sakit pengampu memiliki arti strategis untuk memperkuat kapasitas layanan di daerah, mulai dari aspek klinis, tata kelola pelayanan, sumber daya manusia (SDM), hingga kesiapan sarana dan prasarana.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar yang nyata. Semua masukan harus diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan,” tegasnya.
Komitmen Peningkatan Kualitas Layanan
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menegaskan komitmen penuh rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Setiap hasil evaluasi dan rekomendasi dari kunjungan ini akan langsung dijadikan bahan penyusunan program perbaikan yang konkret.
“Kami memandang pendampingan ini sebagai kesempatan yang sangat berharga. Setiap masukan yang diberikan akan kami tindak lanjuti menjadi program kerja yang konkret demi menghadirkan pelayanan kanker yang semakin berkualitas dan mudah diakses masyarakat Maluku Utara,” kata dr. Rosita.
Strategi Nasional Penguatan Sistem Rujukan
Perwakilan tim pengampu dari RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Ns. Jeavery Sonli Bawotong, S.Kep., SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi nasional untuk memperkuat sistem rujukan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Pihaknya memfokuskan penilaian pada beberapa komponen penting, antara lain:
- Regulasi dan tata kelola organisasi.
- Kompetensi tenaga kesehatan (nakes).
- Ketersediaan peralatan medis.
- Sistem rujukan dan penerapan standar keselamatan pasien.
“Kami datang bukan semata-mata untuk menilai. Kami ingin melihat perkembangan yang telah dicapai, mengidentifikasi potensi, sekaligus bersama-sama mencari solusi terhadap aspek yang masih perlu diperkuat,” jelas Jeavery.
Menurutnya, keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada pemangkasan biaya dan jarak bagi pasien daerah. “Ketika layanan kanker dapat diperkuat di daerah, masyarakat akan memperoleh akses pengobatan yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih terjangkau,” tambahnya.
Usai sesi evaluasi dan diskusi, tim pengampu melakukan kunjungan lapangan langsung ke sejumlah unit pelayanan vital di RSUD Chasan Boesoirie, meliputi:
- Poliklinik & Instalasi Patologi Klinik
- Ruang Rawat Anak & Laboratorium Patologi Anatomi
- Ruang Kemoterapi & Instalasi Radiologi
Melalui penguatan kapasitas yang berkesinambungan ini, RSUD Chasan Boesoirie diharapkan semakin andal menjadi pusat layanan kanker regional, sehingga masyarakat Maluku Utara kini bisa mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus keluar daerah. (Neni)

Tinggalkan Balasan