TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Maluku Utara menggelar Workshop Pengumpulan Data Indikator Mutu dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien bagi seluruh Penanggung Jawab (Person in Charge/PIC) Mutu Unit di Ruang Gedung Jantung RSUD, Ternate, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan guna memperkuat kapasitas teknis para PIC Mutu Unit dalam mengumpulkan, mengolah, serta melaporkan data keselamatan pasien secara presisi, terukur, dan berkelanjutan.

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa validitas data dari tiap unit berhubungan langsung dengan Indikator Mutu Nasional (INM) serta akuntabilitas pelaporan insiden medis.

“Bapak Ibu sekalian adalah pengumpul data yang harus dibekali pemahaman mendalam mengenai teknik pengumpulan data. Kepala ruangan juga wajib memahami alur dan validasi data di unit masing-masing. Data mutu bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan instrumen vital evaluasi pelayanan,” ujar dr. Rosita di Ternate.

Wajib Ikut Tanpa Terkecuali

Kepala Bidang Pendidikan, Mutu, dan Pengembangan RSUD Chasan Boesoirie, Alwan M. Arif, S.ST., M.Kes., M.M., menambahkan bahwa peningkatan kapasitas ini menyasar seluruh unit medis maupun non-medis di lingkungan rumah sakit tanpa terkecuali. Menurutnya, pemutakhiran kompetensi PIC Mutu secara berkala krusial untuk menjaga konsistensi standar layanan.

Workshop mendatangkan dua narasumber kunci, yakni Ketua Komite Mutu RSUD, Dr. Ferry Adref, S.Kep., Ns., M.Kep., serta Kepala Ruangan Hemodialisa (HD), Ilham Boamona, S.Kep., Ns., M.M.

Dalam paparannya, Ilham mengusung prinsip utama “Mutu Bukan Sekadar Angka”. Ia menekankan bahwa rekapitulasi data indikator harus mencerminkan realitas proses pelayanan medis di lapangan yang berfokus pada keselamatan pasien.

“Peningkatan mutu berjalan melalui siklus berkelanjutan: indikator, data, analisis, perbaikan, evaluasi, hingga terbentuknya budaya mutu. Data yang akurat menjadi dasar analisis, dan analisis menjadi pijakan dalam mengeksekusi langkah perbaikan medis,” terangnya.

Melalui penguatan kapasitas PIC Mutu Unit secara menyeluruh, RSUD Chasan Boesoirie berkomitmen membangun budaya kerja berbasis data (data-driven decision making) demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan pasien di Maluku Utara. (Neni Triana)