TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Diploma III (D-III) Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Ternate secara resmi memulai program praktik kerja lapangan di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie. Sebelum diterjunkan langsung ke unit laboratorium medis, para peserta dibekali pelatihan intensif selama dua hari pada 24–25 Agustus 2026 di Aula RSUD Chasan Boesoirie, Ternate.

Pembekalan awal ini mencakup empat materi krusial: Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan komprehensif ini dirancang sebagai landasan etik dan teknis sebelum mahasiswa menjalani masa praktik yang diperpanjang menjadi lima bulan.

Komitmen Rumah Sakit Pendidikan Utama

Mewakili Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, Kepala Bidang Pendidikan, Mutu, dan Pengembangan Rumah Sakit, Alwan M. Arif, S.ST., M.Kes., M.M., menegaskan bahwa kemitraan ini menegaskan posisi RSUD Chasan Boesoirie sebagai rumah sakit pendidikan utama di Maluku Utara.

Alwan menggarisbawahi bahwa proses pembelajaran klinis di rumah sakit tidak sekadar berfokus pada kecakapan prosedur analitis spesimen laboratorium, melainkan pembentukan sikap profesionalisme dan budaya pelayanan berbasis 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).

“Mahasiswa tidak hanya harus memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami etika pelayanan, budaya 5S, keselamatan pasien, serta sikap profesional. Karena ketika berada di rumah sakit, yang dihadapi bukan sekadar spesimen atau prosedur, tetapi manusia yang membutuhkan pelayanan yang aman dan bermutu,” ujar Alwan di Ternate.

Proteksi Mahasiswa Magang dan Kanal Pengaduan Antiperundungan

Guna menjamin iklim akademis yang kondusif dan aman, RSUD Chasan Boesoirie turut membuka kanal pengaduan khusus bagi mahasiswa magang. Fasilitas ini disiapkan sebagai wadah resmi untuk menampung keluhan operasional, ketidakpuasan pelayanan pembimbingan, hingga tindak tegas pencegahan perundungan (bullying).

“Kami membuka kanal pengaduan khusus bagi mahasiswa magang untuk melaporkan ketidakpuasan maupun dugaan perundungan. Masukan dari peserta magang sangat krusial sebagai bahan evaluasi serta perbaikan mutu tata kelola pendidikan kami secara berkelanjutan,” tegas Alwan.

Penguatan Kompetensi Teknis dan Etika Profesi

Ketua Program Studi D-III TLM Poltekkes Kemenkes Ternate, Rony Puasa, SKM., M.Kes., menyambut positif perpanjangan durasi praktik menjadi lima bulan. Menurutnya, rentang waktu yang lebih panjang memberikan ruang eksplorasi klinis yang optimal bagi mahasiswa untuk menyerap pengalaman praktis dari para senior di laboratorium rujukan daerah.

“Manfaatkan masa lima bulan ini sebaik mungkin. Serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para pembimbing dan tenaga senior. Jadikan ruang ini untuk membangun kompetensi, kedisiplinan, etika, serta kesiapan penuh sebelum melangkah ke dunia profesional,” pesannya.

Kegiatan orientasi ini menghadirkan jajaran narasumber dan surveior kompeten, di antaranya Ketua Komite Mutu RSUD Dr. Ferry Adreff, S.Kep., Ns., M.Kep. (Surveior KARS), Wiwin Subekti, S.Kep., Ns., M.M., serta Hijjah Qomariah, SKM., M.Kes. Melalui pembekalan ini, para calon ahli teknologi laboratorium medis diharapkan mampu mempraktikkan standar pelayanan kesehatan yang presisi, aman, dan akuntabel. (me/red)