TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, Maluku Utara, pada Rabu (23/9/2026). Kunker ini bertujuan memantau langsung mutu pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan rujukan daerah.

Dalam agenda tersebut, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Paulus Agung Pambudhi, berdiskusi intensif dengan Plt. Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., beserta jajaran manajemen. Pertemuan berfokus pada pemetaan kapasitas layanan, penguatan transformasi digital, serta kelancaran klaim medis.

Paulus menyampaikan bahwa mapping atau pemetaan pelayanan secara berkala sangat krusial agar pengembangan rumah sakit tepat sasaran sesuai kebutuhan riil masyarakat kepulauan.

“Dalam proses mapping, terdapat peningkatan layanan dari tingkat madya menjadi utama untuk dua jenis pelayanan, yaitu jantung dan stroke. Sementara itu, terdapat 10 pelayanan yang diarahkan untuk mengalami peningkatan dari tingkat pelayanan yang ada saat ini,” ungkap Paulus.

Selain peningkatan spesialisasi medis, Paulus menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital di rumah sakit guna memangkas antrean dan mempermudah akses warga, termasuk penggunaan aplikasi Mobile JKN hingga daerah terpencil. Kinerja sistem IT dan dukungan vendor digital harus dievaluasi berkala agar kendala lapangan dapat diminimalkan.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga sinergi dan komunikasi harmonis antara BPJS Kesehatan dan manajemen RSUD Chasan Boesoirie dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan JKN secara kolaboratif.

Pembayaran Klaim Berbasis Kinerja

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menyambut baik arahan dan dukungan dari Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

dr. Rosita menegaskan bahwa komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat digitalisasi butuh dukungan ekosistem yang kuat, termasuk dalam tata kelola administrasi dan pencairan klaim.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa pembayaran klaim pelayanan kesehatan diharapkan berjalan tepat waktu sesuai dengan kinerja pelayanan rumah sakit yang telah terealisasi serta regulasi yang berlaku.

Sinergi yang kian solid ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berobat yang makin mudah, cepat, dan berkualitas bagi seluruh peserta JKN di Maluku Utara. (Neni/read)