DPRD Kota Ternate Digugat Demo, Massa Desak Anggota Dewan Fokus Kinerja dan Stop Kisruh Internal
TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – Gedung Rakyat DPRD Kota Ternate kembali didatangi massa aksi. Puluhan demonstran dari Institute Kata Rakyat Maluku Utara (IKR Malut) menggelar aksi unjuk rasa menuntut para wakil rakyat menghentikan drama kisruh internal dan kembali fokus menjalankan fungsi pengawasan demi kepentingan publik, Kamis (24/9/2026).
Massa aksi menilai, selama enam bulan terakhir di tahun 2026, DPRD Kota Ternate justru menyuguhkan panggung politik yang jauh dari masalah riil masyarakat. Konflik internal hingga saling laporkan antaranggota dewan ke aparat penegak hukum (APH) dianggap sangat mencederai marwah lembaga pertunjukan demokrasi tersebut.
“Rakyat tidak butuh kalian bertengkar di lingkaran kekuasaan yang kalian nikmati sendiri. Kami minta stop pertengkaran, stop polemik, stop saling melapor, dan stop curhat di publik. Yang kami butuhkan adalah keberpihakan kalian terhadap isu-isu penting rakyat Ternate,”
Koordinator Aksi IKR Malut, Ikhwanul Kiraam J Saleh, menegaskan bahwa di tengah situasi ekonomi yang serba sulit, angka pengangguran terbuka yang tinggi, serta harga kebutuhan pokok yang membebankan masyarakat, para anggota dewan justru sibuk berkonflik.
”Di saat rakyat sedang susah dan butuh solusi atas berbagai masalah publik yang belum diselesaikan Pemkot Ternate, wakil rakyat malah sibuk bertengkar, saling tuduh, dan saling lapor. Ini sangat jauh dari pelayanan publik,” tegas Ikhwanul saat menyampaikan orasinya di halaman Kantor DPRD Kota Ternate.
Dalam aksinya, massa secara khusus menyentil salah satu anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi. Ibrahim, yang dinilai menjadi pemicu polemik kisruh lembaga dan telah mendapatkan sanksi dari Badan Kehormatan (BK) DPRD. Massa mendesak untuk bertemu langsung dengan yang bersangkutan, namun Nurjaya tidak tampak di lokasi.
”Rakyat tidak butuh kalian bertengkar di lingkaran kekuasaan yang kalian nikmati sendiri. Kami minta stop pertengkaran, stop polemik, stop saling melapor, dan stop curhat di publik. Yang kami butuhkan adalah keberpihakan kalian terhadap isu-isu penting rakyat Ternate,” cerceh Ikhwanul di Gedung DPRD.
Aksi sekitar 30 orang tersebut diterima langsung oleh Pimpinan DPRD Kota Ternate, Amin Subuh dan Jamian Kolongsusu. Kedua pimpinan dewan tersebut mendengarkan secara langsung seluruh tuntutan massa aksi tanpa didampingi oleh Nurjaya Hi. Ibrahim.
Massa mengancam akan terus mengawal kinerja DPRD Kota Ternate agar kembali ke koridor yang benar, yakni menjadi wadah penyalur aspirasi dan pengawas kebijakan pemerintah kota yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat. (Ello)

Tinggalkan Balasan