TERNATE, Malutexpress.com — Semangat pemberdayaan ekonomi perempuan dan kemandirian pangan di Maluku Utara (Malut) kembali mendapat sorotan nasional. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Veronica Tan, melakukan kunjungan kerja strategis selama dua hari di Maluku Utara pada 26–27 Oktober 2026.

​Agenda penting ini langsung Wamen PPPA pada pukul 10.20 – 11.30 WIT, lokasi Jl. Peramina, Kelurahan Rua, melakukan kunjungan ke Kebun Pangan Perempuan (KPP) dan dialog bersama kelompok tani perempuan, didampingi oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Ketua TP PKK Maluku Utara, Ny. Hj Rusni Sarbin.

Fokus utama kunjungan ini adalah meninjau langsung program “Kebun Pangan Perempuan” sebagai wujud nyata sinergi lintas kementerian dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga sekaligus memberdayakan kaum perempuan di daerah.

​Rangkaian kunjungan kerja yang dimulai pada Senin (26/10/2026) ini menyoroti pentingnya peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi rumah tangga dan ketahanan pangan lokal.

Melalui program kebun pangan perempuan, para kaum ibu di Maluku Utara didorong untuk optimalkan lahan sekitar guna memproduksi bahan pangan mandiri yang bernutrisi tinggi.

​Kehadiran jajaran pejabat tinggi pusat, termasuk Wamen PPPA Veronica Tan dan Wamenhut, menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam mendukung program-program kerakyatan di daerah kepulauan seperti Maluku Utara.

Kolaborasi bersama Gubernur Sherly dan TP PKK Malut ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan serta intervensi nyata yang berkesinambungan.
​
“​Program peninjauan kebun pangan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan memiliki nilai edukatif dan strategis yang tinggi bagi masyarakat,
​ketahanan pangan keluarga, dengan memanfaatkan pekarangan atau lahan sekitar untuk menanam komoditas hortikultura (sayur-mayur dan tanaman obat), keluarga dapat memangkas biaya pengeluaran harian sekaligus memastikan ketersediaan pangan segar yang sehat di rumah,” ujar Wamen PPPA.

​Keterlibatan aktif perempuan dalam sektor pertanian skala mikro (urban/rural farming) meningkatkan kapasitas dan produktivitas mereka, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga.

​Sinergi dengan sektor kehutanan (perhutanan sosial) memberikan edukasi penting mengenai cara memanfaatkan ruang dan alam secara arif, produktif, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup di Maluku Utara. (Ello)