TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – Menyeberangi lautan dan menjangkau pulau-pulau terluar di Maluku Utara telah lama mewarnai rekam jejak pengabdian dr. Rosita Alkatiri, M.Kes. Perjalanan kariernya menempuh rute panjang—mulai dari tenaga medis di pelosok Halmahera, birokrasi kesehatan provinsi, surveior akreditasi nasional, hingga kini resmi mengemban amanah sebagai Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate.

Lahir di Ambon pada 25 Juli 1984 dan menghabiskan masa sekolah di Ternate, Rosita menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, sejak 2001, lalu melanjutkan studi magister manajemen kesehatan di Malang.

Bekal ilmu tersebut langsung ia terjunkan ke lapangan saat bertugas di Puskesmas Nusajaya dan Puskesmas Lolobata, Kabupaten Halmahera Timur. Di wilayah kepulauan ini, ia menempa mental dan profesionalismenya menghadapi keterbatasan fasilitas, jarak geografis, serta tantangan riil kesehatan masyarakat.

12 Tahun di Birokrasi hingga Surveior Akreditasi Nasional​

Usai mengabdi di garis depan daerah terpencil, Rosita melanjutkan pengabdiannya di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara. Selama kurang lebih 12 tahun berkecimpung di birokrasi—mulai dari staf hingga menduduki jabatan kepala seksi dan kepala bidang—ia memperluas pemahamannya pada tata kelola kebijakan dan perencanaan program kesehatan.

Komitmennya terhadap mutu layanan membawanya mengikuti pelatihan penjaminan mutu Kementerian Kesehatan pada 2016. Sejak 2017, ia dipercaya sebagai surveior akreditasi independen yang melawat ke berbagai penjuru Nusantara—mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Gorontalo.

Pengalaman lintas wilayah ini memantapkan pandangannya bahwa standar akreditasi dan mutu layanan rumah sakit tidak boleh sebatas dokumen seremonial, melainkan budaya kerja harian demi keselamatan pasien (patient safety). Sejak 2023, ia juga diamanahi sebagai Sekretaris Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LASKESI) Maluku Utara.

Babak Baru Pimpin Rumah Sakit RSUD Chasan Boesoirie.

Kematangan manajerial dan pengalaman lapangannya mengantar dr. Rosita masuk ke jajaran pimpinan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, mulanya sebagai Wakil Direktur Pelayanan, lalu ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur sejak April 2026.

Puncaknya, melalui Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 800.1.3.3/Kep/JPTD/MU/010/10/Roman/2026, Gubernur Sherly Tjoanda resmi menetapkannya sebagai Direktur definitif RSUD dr. H. Chasan Boesoirie. Pelantikan khidmat tersebut dipimpin oleh Sekdaprov Malut Samsuddin A. Kadir di Aula Nuku, Kantor Gubernur, Sofifi, Senin (2/11/2026).

​Kini, tantangan besar membentang di hadapan dr. Rosita: memimpin rumah sakit rujukan utama yang menopang pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.

Dengan bekal pengalaman blusukan ke berbagai puskesmas kepulauan—mulai dari Morotai hingga Taliabu—dr. Rosita optimis membawa RSUD Chasan Boesoirie bertransformasi menjadi institusi kesehatan yang modern, responsif, humanis, dan menjadikan mutu pelayanan sebagai kebiasaan nyata di setiap unit kerja. (me/red)