Ketua JARKOT Dukung Komunitas Baca Lahirkan Taman Baca ‘Cabu Literasi Rempah’
Ternate, Malutexpress.com — Kawasan cagar budaya Benteng Oranje kini punya warna baru. Tidak hanya menjadi ruang kumpul dan pusat kegiatan seni-kreatif anak muda, benteng bersejarah di jantung Kota Ternate ini resmi menghadirkan ruang baca publik bertajuk Cabu Literasi Rempah.
Inisiatif positif ini lahir dari kolaborasi lintas komunitas anak muda Ternate—mulai dari pegiat literasi, komunitas komika, Yayasan Talas Center Maluku Utara, hingga alumni mahasiswa Ternate kelulusan Yogyakarta.
Dukungan penuh juga mengalir dari Zandry Aldrin, Koordinator Jaringan Komunitas Ternate (JARKOT). Saat berkunjung ke lokasi Cabu Literasi Rempah di teras Depo Arsip Benteng Oranje, Sabtu, (8/8).
Sosok yang aktif menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata pemuda Ternate ini memberikan motivasi serta komitmen kolaborasi.
Menurut Zandry, penggabungan antara nilai sejarah benteng dan gerakan literasi anak muda merupakan langkah strategis untuk membangun peradaban ilmu di Ternate.
Dari Tempat Nongkrong Jadi Ruang Edukasi
Gagasan menghadirkan Taman Baca Masyarakat (TBM) ini bermula dari pengamatan sederhana: tingginya intensitas anak muda yang berkumpul di Benteng Oranje belum dimanfaatkan secara optimal untuk membangun budaya membaca.
Penggagas Cabu Literasi Rempah, Erita Fitrana, menjelaskan bahwa kehadiran ruang baca ini bertujuan untuk mengubah pola nongkrong menjadi lebih berdaya guna.
”Kami berharap inisiasi dan kolaborasi penyediaan Cabu Literasi Rempah di kawasan Benteng Oranje ini bisa menjadi wadah literasi yang positif, menghadirkan ruang baca yang nyaman, serta menyajikan koleksi buku yang beragam dan aman bagi masyarakat,” ungkap Erita.
Hal senada diungkapkan Ketua Komika Ternate, Angga. Alumni Arsitektur Universitas Khairun (Unkhair) ini mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate, Sekda Kota Ternate Risal Marsaoly, hingga Komisi III DPRD Kota Ternate yang memfasilitasi area teras Depo Arsip.
”Terima kasih telah memfasilitasi gerakan literasi bagi komunitas kami. Kami berjanji ruang dan tempat yang disediakan ini akan dimanfaatkan dengan baik agar bermanfaat dan berkelanjutan bagi gerakan literasi di Kota Ternate,” tegas Angga.
Lebih dari 1.000 Buku Gratis untuk Semua Lingkaran Usia
Sebagai ruang edukasi publik, Cabu Literasi Rempah menyediakan lebih dari 1.000 judul buku yang bisa diakses secara cuma-cuma oleh masyarakat. Ragam koleksinya pun disesuaikan untuk berbagai minat dan usia:
Anak-anak & Pelajar: Buku cerita anak dan karya sastra lokal/nasional.
Remaja & Pop-Culture: Novel populer dan buku karya komunitas. Mahasiswa & Umum: Literatur keagamaan, sosial-politik, hingga filsafat.
Siap Menyambut Semarak JKPI dan HUT RI
Cabu Literasi Rempah dijadwalkan resmi beroperasi penuh menjelang gelaran nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate. Momen pembukaan ini juga akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui deretan lomba edukatif untuk siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kota Ternate.
Lewat kolaborasi ini, Benteng Oranje tidak lagi sekadar saksi bisu masa lalu, tetapi aktif bertransformasi menjadi ruang kreatif dan pusat peradaban ilmu bagi generasi muda Ternate. (Ello)

Tinggalkan Balasan