Pemprov Malut : Tradisi Ela-Ela & Pawai Obor, Hadiah Jutaan Rupiah
SOFIFI – Tradisi masyarakat muslim Maluku Utara pada Tanggal 27 Ramadan, saat penghujung bulan suci Ramadan bulan penuh keberkahan, dikenal dengan nama tradisi malam ela-ela. Malam ela-ela menjadi momentum menyambut Lailatul Qadar atau malam seribu bulan.
Malam ela-ela biasanya ditandai dengan pembakaran obor, di depan halaman rumah, mesjid, perkampungan, dan pemukiman warga muslim Malut. Tradisi ela-ela kental bernuansa religi, begitu khas masih dapat dijumpai di Kesultanan Ternate dan Tidore saat malam Lailatul Qadar.
Pada Ramadan tahun 2025 ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut), mengelar acara Festival Ela-Ela pada Kamis (27/03), bertempat di Mesjid Raya Shaful Khairaat Sofifi.
Karena antusias warga mulai dari usia anak, remaja, dan dewasa. Pada perayaan Festival ela-ela, Pemprov Malut mengemas dalam bentuk kegiatan Festival Ela-Ela Lomba Pawai Obor.
Peserta akan memegang obor berjalan meneriaki, “ela-ela pake jam jam to Suba jou”, kalimat khas dalam perayaan malam ela-ela, dengan riang gembira mengelilingi ibukota provinsi di Sofifi.
Menurut Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe menyatakan, tradisi ela-ela ini harus dilestarikan sebagai bentuk simbol keagamaan dan semangat spritual atau syiar agama.
“Pemprov Malut melalui Biro Kesra, menggelar Festival Ela-ela akan melibatkan masyarakat Sofifi dan sekitarnya,” ujarnya Sarbin.
Lomba pawai obor bagi masyarakat Sofifi dengan hadiah jutaan rupiah. Untuk pemenang pertama senilai Rp. 15 juta, juara kedua Rp. 10 juta, juara ketiga Rp. 5juta dan hadiah harapan satu sampai tiga. (*)




Tinggalkan Balasan