Butuh Langkah Konkret Walikota Ternate Dalam Penanganan Banjir
TERNATE – Pemerintah Kota Ternate harus seriusi strategi penanggulangan bencana. Banjir yang melanda Kota Ternate saat ini, harusnya menjadi alarm bagi Pemkot. Hujan lebat saat moment Idul Fitri 1446 Hijriah, berdampak pada tiga kelurahan di Kota Ternate terendam banjir.
Sekitar 38 warga harus di evakuasi oleh tim SAR dengan metode “pagar hidup” akibat derasnya arus air. Meskipun Pemkot telah menyatakan komitmen menelusuri sumber penyebab banjir, namun langkah konkret dan strategis diperlukan mencegah peristiwa serupa terjadi di masa depan.
Salah satu langkah utama harus segera dilakukan, meninjau kembali Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) guna memastikan tata kelola ruang di Kota Ternate mendukung upaya mitigasi dan pencegahan bencana.
Kritik dan masukan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Beyond Health Indonesia, Nadhir Wardhana Salama, menegaskan bahwa peninjauan kembali RTRW sangat krusial dalam upaya preventif menghadapi bencana.
“RTRW bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pedoman strategis yang menentukan bagaimana suatu kota berkembang dengan tetap memperhitungkan keseimbangan ekologi dan daya dukung lingkungan. Jika RTRW tidak disusun dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, maka yang terjadi adalah pembangunan yang tidak terkendali dan memperbesar risiko bencana,” ujar Nadhir.
Lebih lanjut Nadhir mendesak Walikota harus segera mengambil langkah konkret dengan meninjau kembali RTRW, dan memastikan perencanaan tata ruang kota tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dan keselamatan warga.
“RTRW yang baik bukan hanya tentang pembagian zona, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak mengorbankan lingkungan dan keselamatan masyarakat. Jika RTRW tidak diperbaiki, maka bencana seperti ini akan terus berulang dan dampaknya akan semakin besar,” tegas Nadhir. (*)

Tinggalkan Balasan