TERNATE – Kejadian bunuh diri kembali terjadi di Maluku Utara, kali ini di Kabupaten Kepulauan Sula – Sanana, Selasa 8 April 2025. Salah satu warga pria berinisial TD usia 27 tahun, ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di Desa Man-Gega, sekitar pukul 07.00 WIT.

Sebelumnya kasus gantung diri juga terjadi di Kota Ternate Selatan juga marak terjadi. Bersadarkan data Polsek Ternate Selatan, kasus bunuh diri sejak bulan januari sampai april 2025, sekitar lima kasus dengan motif kematian beragam seperti depresi karena asmara dan ekonomi.

Menurut keterangan Kapolres Kepulauan Sula Anjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kodrat Muh Hartanto, membenarkan kejadian di Desa Man-Gega, dimana informasi awal dari pihak keluarga, percobaan bunuh diri sudah berulang kali dilakukan karena faktor stres atau depresi.

“Berdasarkan informasi dari anggota kami di lapangan bahwa sudah beberapa kali korban ingin melakukan percobaan bunuh diri. Untuk sementara temuan kami korban inisial TD tidak ditemukan memar di wajah, atau tidak ada indikasi lain, dan pihak keluarga juga tidak mau dilakukan atopsi,” jelas Kapolres Sula.

Selain itu menurut Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Maluku Utara (HIMPSI), kejadian ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran kasus bunuh diri akan terus menular menjangkiti generasi muda Maluku Utara.

“Para pelaku bunuh diri tidak mengenal usia, jenis kelamin, pendidikan dan strata sosil, ras dan warna kulit. Bisa terjadi kapan dan dimana saja, bisa menular. Pentingnya peran pemerintah daerah untuk melaksanakan kebijakan pencegahan bunuh diri, sesuai amanah undang-undang nomor 17 tahu 2023 tentang kesehatan,” ujar Syaiful. (*)