Ternate, MalutexpressKapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, memimpin langsung pelaksanaan pemusnahan minuman keras (miras), hasil dari kegiatan Operasi Cipta Kondisi dan KRYD Polda Malut serta Polres Ternate sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 29 April 2025, di Halaman Mako Polres Ternate, dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara serta tamu undangan lainnya.

Miras, Sumber Masalah Sosial dan Kejahatan

Dalam sambutannya, Irjen Pol Waris Agono menegaskan komitmen Polda Maluku Utara untuk memberantas peredaran miras. Menurutnya, minuman keras menjadi sumber berbagai permasalahan sosial di wilayah Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate.

“Miras ini menjadi penyebab utama kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Angka KDRT di Maluku Utara termasuk yang tertinggi berdasarkan laporan yang kami terima,” ujar Kapolda. Ia menjelaskan, KDRT sering kali terjadi akibat pelaku yang telah mengonsumsi minuman keras.

Tidak hanya KDRT, konsumsi miras juga berkontribusi pada peningkatan angka kejahatan seksual, tawuran antar kampung (Tarkam), dan berbagai tindak kekerasan serta penganiayaan lainnya. Kapolda menegaskan bahwa pemberantasan miras menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.

Harapan untuk Dukungan Perda Larangan Miras

Kapolda Maluku Utara berharap agar langkah Polda dalam memberantas miras mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Ia juga mengusulkan agar Peraturan Daerah (Perda) yang melarang peredaran miras segera diterbitkan.

“Kami mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk mendukung langkah ini. Perda sangat diperlukan agar peredaran miras dapat diminimalisir secara efektif,” kata Kapolda.

Solusi Alternatif untuk Pengrajin Miras

Selain penegakan hukum, Kapolda Waris Agono juga mendorong agar pemerintah daerah mencari solusi alternatif bagi para pengrajin miras. Ia menyarankan agar Pemda memberikan pelatihan dan peluang mata pencaharian baru yang legal dan tidak menimbulkan masalah.

“Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas polisi tetapi juga tugas semua elemen masyarakat. Kita harus bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan produktif,” tutupnya.