Tidore Kepulauan, MALUTEXPRESS — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, langsung mengambil langkah cepat setelah menerima laporan ambruknya jembatan penghubung Payahe–Dahepodo di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Ia memerintahkan Dinas PUPR dan BPBD Provinsi Maluku Utara untuk segera turun ke lokasi kejadian.

“Tim gabungan dari Dinas PUPR bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara sudah dikerahkan,” ujar Sherly, Jumat siang. Ia menegaskan bahwa tim akan melakukan pengamanan lokasi, asesmen kerusakan, dan penanganan darurat.

Peristiwa ambruknya jembatan dilaporkan hanya 10 menit sebelum pernyataan resmi gubernur disampaikan. Menurut Sherly, jembatan tersebut merupakan peninggalan era Pemerintah Kabupaten Maluku dan dibangun pada tahun 1970-an. Hingga kini, ruas Payahe–Dahepodo masih menjadi bagian dari jalan provinsi yang vital bagi mobilitas warga.

Pemerintah provinsi juga tengah berkoordinasi untuk menetapkan status darurat bencana guna mempercepat proses penanganan. “Akses transportasi di jalur itu sementara terganggu. Kami mengimbau masyarakat mencari jalur alternatif dan tetap berhati-hati,” tambah Sherly.