TERNATE, MALUTEXPRESS.COM – Tim Technical Assistance (TA) Universitas Sydney, Australia, melakukan kunjungan lapangan ke RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, Sabtu (22/8/2026). Kunjungan ini digelar dalam rangka pemetaan kesiapan fasilitas kesehatan daerah guna mendukung program percepatan eliminasi kanker serviks nasional besutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kedatangan tim ahli asal Australia tersebut dipimpin oleh Associate Professor Claire Nightingale (Project Manager & Health Systems Expert) bersama jajaran, dengan didampingi perwakilan Direktorat Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI serta Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara. Sebelum ke Ternate, tim terlebih dahulu meninjau fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Tidore Kepulauan.

Kunjungan resmi yang mengacu pada Surat Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI Nomor TM.03.01/C.II/1994/2026 ini bertujuan mengobservasi kapasitas fasilitas, ketersediaan sarana-prasarana, hingga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) medis di Maluku Utara.

Selama berada di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, tim meninjau langsung sejumlah fasilitas kunci penanganan kanker, meliputi Laboratorium Patologi Anatomi, Ruang Kemoterapi, hingga Ruang Perawatan Kebidanan.

Potret Realitas Layanan Kanker Daerah

Associate Professor Claire Nightingale menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan manajemen dan tenaga medis RSUD Chasan Boesoirie. Menurutnya, pemantauan langsung ke daerah sangat krusial agar formulasi kebijakan percepatan eliminasi kanker serviks benar-benar menjawab tantangan di lapangan.

“Kunjungan lapangan ini penting untuk memahami kondisi pelayanan secara langsung. Informasi dari fasilitas kesehatan dan para nakes di daerah memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan serta kesiapan layanan penanganan kanker serviks,” jelas Claire.

Diapresiasi Direktur RSUD Chasan Boesoirie

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menyambut hangat kolaborasi lintas lembaga dan internasional tersebut. Pihaknya memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan kondisi riil, kendala teknis, serta kebutuhan pengembangan fasilitas penanganan kanker di rumah sakit rujukan utama Maluku Utara itu.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena sangat membantu dalam memperluas jangkauan deteksi dini dan penanganan kanker serviks bagi kaum perempuan di seluruh wilayah Maluku Utara,” ujar dr. Rosita di Ternate.

Hasil observasi komprehensif dari RSUD Chasan Boesoirie ini selanjutnya akan dirumuskan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Universitas Sydney sebagai dasar perencanaan strategis penataan serta penguatan fasilitas layanan kanker serviks di wilayah Indonesia Timur. (me/red)