DPRD Ternate Apresiasi Pelestarian Seni Musik Tifa Tingkat SD
Ternate,Malutexpress – Festival pemajuan kebudayaan Kota Ternate dilaksanakan dengan tema Irama Tifa Untuk Anak Negeri Moloku, diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Provinsi Maluku Utara Tahun 2025, dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 di Aula Dinas Pendidikan Kota Ternate.
Menurut Ketua Pelaksana Mohamad Hamdhany program ini dalam rangka pelestarian musik tradisional di kalangan siswa sekolah dasar (SD) di Kota Ternate.
Adapun sekolah dasar atau SD sasaran yaitu SD Negeri 42, 42 dan SD Islamiyah 5, SD 18, SD 1, dan SD negeri 33 Kota Ternate.
Ketua pelaksana menjelaskan, selama ini seni budaya atau musik tradisional daerah, belum menjadi muatan lokal sekolah, sehingga penting sebagai upaya pengenalan dan pelestarian kepada siswa-siswi di Maluku Utara.
“Kami berharap dengan gagasan ini, menjadi inisiasi pelestarian seni budaya dan musik lokal, diharapkan dapat gayung bersambut dan mendapat respon pemerintah daerah agar ditindaklanjuti,” ujar Mohamad Ketua Pelaksana.
Proses kegiatan Irama Tifa Anak Negeri Moluku, sudah berlangsung sejak tanggal 19 November 2025, dan puncak acara dalam bentuk festival pementasan oleh siswa SD di 17 Desember 2025.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif.
Menurutnya Kota Ternate sebagai salah satu wilayah sasaran program pelestarian seni musik tradisional tifa sejalan dengan regulasi Perda Cagar Budaya dan Perda Kebudayaan.
“Kami sangat apresiasi kegiatan yang dilalukan pihak Balai mengandeng komunitas musik tradisional, karena ini sejalan dengan Perda Kota Ternate soal pelestarian cagar budaya salah satunya seni musik tradisional,” ungkap Nurlaela.
Nurlaela berjanji dari aspek fungsi implementasi Perda dan fungsi anggaran akan mengawal keberlanjutan program ini menjadi muatan lokal di sekolah SD dan SMP sesuai kewenangan Kota Ternate.
“Program ini sangat strategis selain sebagai pelestarian seni budaya, juga bisa pengalihan aktivitas anak usia dini dan remaja yang sangat ketergantungan dengan Gedget dan Medsos. Harusnya mendapat perhatian serius Pemkot agar program ini berkelanjutan,” tegas Nurlaela. (***)

Tinggalkan Balasan